Abstract :
Terasi merupakan produk awetan ikan atau rebon yang telah diolah melalui proses
penggaraman, pemeraman atau fermentasi, dan pengeringan. Terasi biasanya digunakan
sebagai campuran dalam membuat sambal atau campuran bumbu masakan. Dalam
pembuatan terasi dapat digunakan trash fish atau ikan rucah yang dianggap sebagai
bahan sisa tangkapan (hasil ikutan dalam penangkapan ikan atau udang), sehingga nilai
ekonomisnya rendah. Namun, bila kemudian dapat diolah menjadi produk yang
diperlukan oleh masyarakat luas dengan nilai ekonomi yang tinggi, maka akan dapat
mendatangkan keuntungan yang memadai. Terasi yang sudah beredar di pasaran selama
ini masih berbentuk pasta, namun untuk mempermudah penyimpanan dan
penggunaannya, serta memperpanjang umur simpan, terasi dapat diolah lebih lanjut
menjadi terasi bubuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis
ikan yang digunakan (ikan kembung dan ikan rucah) dan lamanya masa fermentasi
terhadap produk terasi ikan bubuk yang dihasilkan dilihat dari sifat fisik (kemudahan
pembasahan dan densitas), kimia (kadar air, abu, lemak, protein, dan kalsium),
mikrobiologi (bakteri Coliform), dan sensoris. Berdasarkan hasil penelitian, terasi ikan
kembung bubuk memiliki kadar air, abu, dan kalsium yang lebih rendah, sedangkan
kadar lemak dan protein terasi ikan kembung bubuk lebih tinggi. Terasi ikan kembung
bubuk memiliki kemampuan pembasahan yang lebih baik dan densitas yang lebih
rendah. Kadar air, abu, lemak, protein, dan kalsium juga meningkat seiring dengan
semakin lama masa fermentasi. Akan tetapi, jika dilihat dari segi mikrobiologi, terasi
ikan bubuk ternyata masih mengandung bakteri Coliform yang tinggi karena melebihi
standar yang ditetapkan dalam SNI 01-2716-1992 yaitu 4,667 ± 1,862 MPN / gram –
36,667 ± 6,947 MPN / gram, sedangkan batas maksimum Coliform menurut SNI adalah
3 MPN / gram. Kandungan Coliform pada terasi ikan rucah bubuk lebih tinggi daripada
terasi ikan kembung bubuk. Semakin lama masa fermentasi kandungan Coliform juga
semakin meningkat. Dari hasil analisa sensoris, tekstur, warna, dan overall terasi ikan
rucah bubuk lebih disukai, tetapi aroma terasi ikan kembung bubuk lebih disukai. Masa
fermentasi juga meningkatkan tingkat penerimaan panelis terhadap tekstur, aroma,
warna, dan overall terasi ikan bubuk.