Abstract :
Minuman instan merupakan minuman yang mudah dan praktis dalam penyajiannya.
Penggunaan kacang hijau sebagai bahan dasar minuman instan dapat meningkatkan nilai
nutrisi. Metode ekstraksi dan ekstrusi dipilih sebagai metode pembuatan minuman instan.
Metode ekstraksi dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia minuman instan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik, kimia, sensoris dan umur simpan
minuman instan kacang hijau yang disubtitusi dengan jagung melalui proses ekstrusi dan
ekstraksi. Perbandingan kacang hijau : jagung yang digunakan adalah 70 : 30 didapat dari
penelitian pendahuluan. Variabel penelitian utama meliputi sifat fisik (kemampuan
pembasahan, kecepatan larut, bulk density dan viskositas), sifat kimia (kadar air, abu,
protein, lemak, serat kasar, zat besi dan karbohidrat by difference) dan sifat sensoris
(ranking hedonik). Sedangkan variabel pada penelitian umur simpan meliputi sifat fisik
(viskositas dan kecepatan larut), kimia (Aw, kadar air, bilangan Thiobarbituric Acid
(TBA)), mikrobiologi (kapang) serta sensoris (rating penerimaan). Hasil penelitian utama
menunjukkan bahwa minuman instant yang dibuat dengan metode ekstraksi mengandung
zat besi lebih banyak (5,5 mg/ 100g), lemak lebih rendah (3,15-3,25 g/100g), kadar air
lebih rendah (3,56-3,74 g/100g) dan karbohidrat lebih tinggi (71,69-72,39 g/ 100g). Metode
ekstraksi juga berpengaruh terhadap sifat fisik minuman instan. Minuman instan metode
ekstraksi lebih mudah larut, lebih mudah terbasahi, viskositas lebih rendah dan bulk density
lebih tinggi. Minuman instan yang paling disukai panelis adalah minuman instan metode
ekstrusi dengan perbandingan kacang hijau : jagung 70 : 30. Hasil penelitian umur simpan
menunjukkan bahwa selama penyimpanan, bilangan TBA meningkat hingga lebih dari 3
mg malonaldehid/ kg minyak. Berdasarkan kadar air, Kadar air minuman instan meningkat
hingga lebih dari 4 % b/b. Sampai minggu terakhir penyimpanan, jumlah kapang minuman
instan masih dibawah 4 log CFU/ ml. Penerimaan panelis terhadap minuman instan
ditinjau dari atribut warna dan aroma mengalami penurunan. Berdasarkan kadar air dan
bilangan TBA, minuman instan yang memiliki umur simpan paling lama adalah minuman
instan metode ekstrusi kontrol. Berdasarkan sensoris, minuman instant yang paling dapat
diterima panelis hingga minggu terakhir penyimpanan adalah minuman instan metode
ekstrusi dengan perbandingan kacang hijau : jagung 70 : 30