Abstract :
Buah mangga (Mangifera Indica) merupakan salah satu buah yang sangat digemari
masyarakat Indonesia. Buah mangga mengandung beberapa zat gizi yang bermanfaat
khususnya vitamin A dan C. Buah mangga memiliki umur simpan yang pendek, oleh
karena itu dilakukan pengolahan buah mangga berupa pembuatan manisan kering
mangga untuk memperpanjang umur simpan mangga. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh kadar air produk awal yaitu 15%, 25%, dan 35% dan bahan
pengemas yang digunakan yaitu polyethylene, polypropilene, dan nylon terhadap sifat
fisikokimiawi dan sensoris manisan kering mangga selama penyimpanan. Analisa fisik
yang dilakukan adalah analisa hardness, analisa kimia yang dilakukan antara lain analisa
kadar air, water activity (Aw), pH, kadar vitamin C, kadar sukrosa, dan juga dilakukan uji
sensoris. Metode penyimpanan manisan kering mangga menggunakan metode ASLT
(Accelerated Shelf Life Test) dengan suhu 400C, RH 93% selama 4 minggu. Dari hasil
penelitian didapatkan bahwa kadar air awal dan bahan pengemas yang digunakan
memberikan perbedaan yang nyata terhadap sifat fisikokimiawi dan sensoris manisan
kering mangga. Terjadi penurunan kadar vitamin C, kadar sukrosa, hardness, pH pada
produk manisan selama penyimpanan, sedangkan terjadi peningkatan kadar air dan water
activity (Aw) selama penyimpanan. Manisan kering mangga dengan kadar air produk
awal 15% mempunyai kadar air, vitamin C, water activity (aw), pH, sukrosa paling
rendah dibandingkan dengan produk lainnya dengan kadar air 25% dan 35%.
Peningkatan kadar air paling tinggi terdapat pada produk 15% dengan pengemas
polyethylene yaitu sebesar 39,68%. Penurunan vitamin C paling tinggi terdapat pada
produk 15% dengan pengemas polyethylene yaitu sebesar 58,12%. Selama penyimpanan
juga terjadi penurunan kesukaan konsumen terhadap produk manisan kering mangga,
baik parameter warna, aroma, maupun tekstur.
ii