Abstract :
Daging segar tergolong sebagai bahan pangan yang mudah rusak karena dapat menjadi
media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Salah satu metode pengawetan
yang biasa dilakukan pada daging segar adalah pembekuan. Ketika akan mengolah
daging maka daging mengalami penyegaran kembali atau thawing terlebih dahulu.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan suhu panas dalam
hot compartment (±67 oC) sebagai media thawing terhadap karakteristik fisikokimia,
sensori dan mikrobiologi daging sapi segar, yang dibandingkan dengan perlakuan
thawing lainnya yaitu penyimpanan pada chiller (±5 oC), suhu ruang (±25 oC), air
hangat (±40 oC) dan air mengalir (±25 oC). Dalam penelitian ini daging sapi dicuci dan
dibersihkan, dipotong dadu (4cm x 6cm x 2cm), disimpan dalam freezer (± -4 oC)
selama ± 4 hari hingga daging beku, kemudian di thawing dengan berbagai metode.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat hardness tertinggi terdapat pada thawing air
mengalir yaitu sebesar 11,323±1,013 N, sedangkan tingkat hardness terendah terdapat
pada thawing chiller yaitu sebesar 6,486±0,638 N. Pada hasil analisa kimia, kadar air
tertinggi terdapat pada thawing dengan air mengalir (77,353±7,096 %) sedangkan kadar
air terendah terdapat pada thawing dengan chiller (73,965±7,084 %). Kadar protein
tertinggi terdapat pada thawing air mengalir yaitu sebesar 19,291±6,590 %, sedangkan
kadar protein terendah terdapat pada thawing chiller yaitu sebesar 16,305±4,455 %.
Kadar lemak tertinggi terdapat pada thawing air mengalir (9,335±3,638 %), sedangkan
kadar lemak terendah terdapat pada thawing suhu ruang (6,434±1,971 %). Pada analisa
sensori, parameter aroma dengan jumlah skor tertinggi terdapat pada thawing air
mengalir 3,12±1,606, sedangkan jumlah skor terendah terdapat pada thawing chiller
yaitu 2,65±1,338. Skor tertinggi untuk parameter warna adalah thawing air mengalir
(3,42±1,522), sedangkan skor terendah terdapat pada thawing chiller (2,62±1,403). Dari
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berdasarkan karakteristik fisikokimia dan
sensori, metode thawing terbaik adalah thawing air mengalir. Sedangkan berdasarkan
mikrobiologi metode thawing terbaik adalah thawing menggunakan chiller