Abstract :
Lemper merupakan makanan tradisional yang terbuat dari ketan dan pada bagian tengah
dapat diisi dengan ayam cincang. Lemper biasanya di produksi oleh industri rumah
tangga. Masalah umum yang dihadapi di industri rumah tangga termasuk pada produk
lemper adalah masalah kebersihan yang dapat berisiko terhadap kesehatan apabila
penangannya tidak higienis. Lemper yang diproduksi dengan tidak higienis dapat
terkontaminasi oleh mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan
sanitasi pada proses produksi lemper yang dipoduksi industri rumah tangga dan dapat
merekomendasikan perbaikan penerapan sanitasi melalui proses simulasi di
laboratorium. Metoda yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pertama dengan
melakukan observasi di lima industri rumah tangga yang tersebar pada wilayah
Semarang. Observasi ini dilakukan dengan bantuan checklist dan wawancara. Kemudian
dilakukan evaluasi hasil checklist dan penentuan permasalahan sanitasi yang utama.
Setelah diketahui permasalahannya, kemudian dilakukan simulasi di laboratorium.
Simulasi dilakukan dengan empat perlakuan yaitu tidak menggunakan sarung tangan
dan didinginkan secara terbuka (TST_DB), tidak menggunakan sarung tangan dan
didinginkan secara tertutup (TST_DT), menggunakan sarung tangan dan didinginkan
secara terbuka (ST_DB), menggunakan sarung tangan dan didinginkan secara tertutup
(ST_DT). Perlakuan dengan menggunakan sarung tangan dan didinginkan secara
tertutup ternyata memiliki tingkat kepadatan bakteri yang paling rendah yaitu 5,80 Log
CFU/g pada jam ke-0; 5,94 Log CFU/g pada jam ke-3; dan 6,14 Log CFU/g pada jam
ke-6. Sedangkan perlakuan tanpa menggunakan sarung tangan dan didinginkan secara
terbuka memiliki tingkat kepadatan bakteri yang paling tinggi. Peningkatan kepadatan
bakteri tersebut adalah 6,22 Log CFU/g pada jam ke-0; 6,42 Log CFU/g pada jam ke-3;
dan 6,74 Log CFU/g pada jam ke-6. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa
penggunaan sarung tangan pada saat simulasi, dapat menurunkan jumlah kepadatan
bakteri yang tumbuh pada lemper dari 6,74 CFU/g pada jam ke-6 dengan perlakuan
tidak menggunakan sarung tangan menjadi 6,14 CFU/g pada jam ke-6 dengan perlakuan
menggunakan sarung tangan. Selain itu juga dapat diketahui Semakin pendek waktu
yang dibutuhkan untuk mendinginan lemper maka akan semakin sedikit kepadatan
bakteri yang tumbuh pada permukaan lemper