Abstract :
Buah mangga adalah salah satu buah tropis. Buah mangga banyak mengandung betakaroten
, kalium, dan vitamin C, asam sitrat, dan komponen lain. Selain dapat dikonsumsi
dalam bentuk segar, buah mangga dapat diolah menjadi keripik mangga. Proses
pembuatan keripik mangga menggunakan penggorengan vakum. Tujuan penelitian
adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan buah mangga, perlakuan
perendaman dan suhu penggorengan vakum terhadap kualitas keripik mangga yang
dihasilkan. Varietas mangga yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah mangga
Arumanis. Pada penelitian ini dilakukan perbedaan tingkat kematangan buah mangga,
variasi proses perendaman dengan menggunakan sodium metabisulfit 540 ppm, Ca(OH)2
1000 ppm, dan suhu penggorengan 65 oC, 70 oC, 75 oC. Mutu keripik mangga dianalisa
secara fisik yaitu analisa kerenyahan yang diukur dengan texture analyzer, secara kimia
yang meliputi analisa kadar air , analisa kadar gula reduksi, dan analisa kandungan
vitamin C, serta dilakukan analisa sensoris oleh 30 panelis. Berdasarkan hasil penelitian
maka didapatkan bahwa peningkatan suhu penggorengan diikuti dengan penurunan kadar
air, kadar gula, dan jumlah vitamin C dalam keripik mangga. Perbedaan tingkat
kematangan juga sangat berpengaruh pada kadar air, kadar gula, dan jumlah vitamin C
pada keripik mangga yang dihasilkan. Selain itu, proses perendaman dengan sodium
metabisulfit 540 ppm, Ca(OH)2 1000 ppm juga dapat membantu mengurangi kadar air
dan meningkatkan kerenyahan pada keripik mangga yang dihasilkan. Dari hasil
penelitian didapatkan bahwa kadar air keripik terendah yaitu sebesar 1,033 ± 0,725 %
diperoleh dari penggunaan mangga mentah dengan suhu penggorengan 75 oC dan
menggunakan larutan perendaman sodium metabisulfit. Hasil uji kerenyahan
menggunakan alat texture analyzer menunjukkan bahwa semua keripik hasil percobaan
menghasilkan nilai Fbreak ( gaya pecah ) dengan kisaran nilai 2,209 ± 0,102 hingga 7,158
± 1,997. Kadar gula reduksi terbesar dimiliki oleh keripik mangga dengan menggunakan
mangga matang pada proses penggorengan pada suhu 65oC dengan tanpa menggunakan
perendaman yaitu sebesar 17,550 ± • 4,964 %. Jumlah vitamin C terbesar yaitu sebesar
55,502 ± 15,815 mg/100g dimiliki oleh keripik mangga dengan menggunakan mangga
matang pada proses penggorengan dengan suhu 65oC dan menggunakan perendaman
sodium metabisulfit. Hasil analisa sensori overall tertinggi dengan nilai 3,7 yang berarti
disukai oleh panelis yaitu kombinasi perlakuan mangga matang yang diberi perendaman
sodium metabisulfit dan digoreng pada temperatur 65 oC dan mangga matang yang diberi
perendaman Ca(OH)2 dan digoreng pada suhu 70 oC.