Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
Suryananda, Vincentius Andhika
Subject
Food Technology
Datestamp
2016-01-27 02:19:25
Abstract :
Ubi jalar ungu (Ipomoe batatas) memiliki keunggulan pada kandungan antioksidan
yang tinggi dan warna yang unik. Variasi produk pangan yang menggunakan ubi jalar
ungu masih sedikit, sehingga ubi jalar masih berpotensi untuk dikembangkan. Tahaptahap
pengembangan produk adalah pencarian gagasan, seleksi produk, pengembangan,
uji pasar (testing), dan desain produk final. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengembangkan produk pangan dengan menggunakan ubi jalar ungu sampai pada
tahap pengembangan. Mie instan merupakan gagasan produk pangan yang terpilih dari
tahap seleksi produk. Mie instan pada penelitian ini akan dibuat dalam 2 jenis produk,
yaitu mie instan goreng dan mie instan kering. Formulasi terbaik untuk mie instan
goreng dan kering adalah substitusi 25%, 40%, 55%. Penggorengan pada mie instan
goreng menggunakan metode penggorengan vacuum dengan suhu 1000C selama 6
menit. Pengeringan pada mie instan kering menggunakan metode pengeringan Solar
Tunnel Dryer (STD) dengan suhu +800C selama 4 jam. Hasil uji kimia mie instan
goreng dan kering menunjukkan: protein memiliki kisaran 7-10%, kadar air memiliki
kisaran 4-5%. Kadar protein dan kadar air ini tidak melebihi batas SNI dan Departemen
Perindustrian, batas minimal protein adalah 6-8% dan batas maksimal untuk kadar air
(b/b) adalah 8-11%. Kadar antioksidan mie instan goreng dan kering memiliki kisaran
antara 8-15%. Berdasarkan hasil uji sensoris dapat diketahui bahwa substitusi ubi jalar
ungu tidak berpengaruh terhadap penerimaan warna, rasa, tekstur dan overall. Hasil uji
umur simpan mie instan goreng dan kering menunjukkan bahwa selama penyimpanan:
aktivitas antioksidan (%inhibition) mengalami penurunan, sedangkan kadar air dan
angka TBA mengalami peningkatan