Abstract :
Tahu merupakan produk olahan kedelai yang banyak dikonsumsi masyarakat dan
terkenal di Indonesia, sebagai sumber protein nabati yang harganya lebih murah
dibandingkan sumber protein hewani. Dalam rangka penganekaragaman pangan, koro
benguk digunakan untuk eampuran bahan baku dalam pembuatan tahu sehingga
mengurangi ketergantungan pada kedelai yang harganya lebih mahal. Koro benguk
mempunyai kandungan protein yang eukup tinggi dan harganya relatif lebih murah
dibandingkan kedelai. Penelitian ini untuk menentukan perbandingan antara kedelai dan
koro benguk untuk bahan baku pembuatan tahu dan jenis koagulan asam yang
digunakan agar diperoleh tahu yang bisa diterima konsumen. Perlakuan sampel dengan
menggunakan perbandingan komposisi bahan koro benguk dengan kedelai sebesar 1:3
dan 1: 1 dengan menggunakan tiga jenis koagulan asam yaitu asam asetat, Glucono delta
lacton dan asam laktat. Pada setiap perlakuan dilakukan analisa kimia meliputi kadar
air, protein. lemak, karbohidrat, serat kasar, rl n abu. Analisa uji sensoris meliputi
warna, rasa, aroma dan tekstur hu."A alisa Cia - eJ1ggunakan One way Anova
dilanjutkan dengan menggunakan unean's multiple range es. Kombinasi perlakuan
perbandingan komposisi bah ~ I(oro benguk en an kedelai dan k agulan mempunyai
kadar protein 9,60-11,570/& air 66,63=:68,70...%, 1; 9%, I mak 8,14-9,120/0,
karbohidrat 10,60-12,96°0 dan seF t kasar 0,11 - Kombinasi perlakuan
perbandingan komposisi ~ an ko 0 benguK koagula berpengaruh
terhadap warna, rasa, . 0ma dan tekstur tahu.