Abstract :
Salah satu bahan pangan yang sering dikonsumsi oleh konsumen rumah tangga yaitu
sayuran Brassica, seperti misalnya sawi hijau, sawi putih, dan kembang kol. Diduga
terdapat perbedaan persepsi oleh konsumen rumah tangga terhadap mutu sayuran
Brassica beserta cara penanganan & pengolahannya sehingga mempengaruhi praktik
penanganan dan pengolahan sayuran tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk
membandingkan persepsi mutu dan mengetahui cara penanganan dan pengolahan
sayuran Brassica menurut konsumen rumah tangga, serta menganalisa kerusakan
sayuran Brassica yang mungkin terjadi pada proses penanganan sayuran Brassica di
tingkat konsumen rumah tangga yang tinggal di kawasan urban dan peri urban. Metode
penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara dan membagikan
kuesioner terhadap 121 konsumen rumah tangga di Kelurahan Patemon dan 115
konsumen rumah tangga di Kelurahan Gabahan. Selain itu juga dilakukan pengujian
terhadap karakteristik mutu sayuran Brassica yang meliputi warna, tekstur, dan kadar
air, yang diambil dari lima konsumen rumah tangga masing - masing di Kelurahan
Patemon dan Kelurahan Gabahan. Sayuran Brassica dari Kelurahan Gabahan yaitu sawi
hijau, sawi sendok, dan kembang kol, sedangkan sayuran Brassica dari Kelurahan
Patemon yaitu sawi hijau, sawi putih, dan kembang kol. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat beberapa perbedaan persepsi serta proses penanganan dan pengolahan
sayuran Brassica oleh konsumen rumah tangga antara responden di Kelurahan Patemon
dan Kelurahan Gabahan. Dari hasil analisa parameter mutu menunjukkan bahwa proses
penyimpanan dengan menggunakan plastik LDPE dapat menjaga mutu sawi hijau dan
sawi sendok lebih baik daripada penyimpanan dengan plastik LDPE + kertas koran,
sedangkan proses penyimpanan dengan menggunakan plastik LDPE + kertas koran
dapat menjaga mutu kembang kol lebih baik daripada penyimpanan dengan
menggunakan plastik LDPE.