Abstract :
Teh (Calnelia sinensis) Inerupakan salah satu jenis tanalnan yang di dalanlnya terdapat
senyawa antimikroba. Zat antimikroba yang terdapat di dalam teh adalah katekin
(catechin). Katekin teh ini akan menghambat transpor kation dan penimbunannya dalam
sel, serta menghambat enzim fosfatase set Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui efektivitas ekstrak daun teh segar dan beberapa jenis produk teh (teh hitam,
teh wangi, teh hijau) dalam menghambat pertumbuhan bakteri pada daging sapi. Pelarut
yang digunakan dalam proses ekstraksi teh adalah air panas (± 80°C), dengan komposisi
ekstraksi 1:3, 1:5 dan 1:10 b/v. Pengujian senyawa antimikroba terhadap kandungan
bakteri dalatn daging sapi menggunakan lnetode piringan tuang (pour plate lnethod).
Kemampuan antimikroba dalam menghambat bakteI'i daging sapi dinyatakan oleh
penurunan jumlah koloni pada Claging sapi yang difendam aalam ekstrak teh yang
dibandingkan dengan blanko. Selnua k0111POsisi ekstraksi teh (1:3, 1:5 dan 1:10 b/v)
relatif efektif di dalam menurunkan kandungan bakteri dalam daging sapi. Ekstrak teh
yang memiliki etbktivitas antimikroba tertinggi adalah ekstrak daun teh segar (3,6789
log CFU/g ± 0,1 1721). Sedangkan ekstrak teh hitam memiliki efek,1ivitas antimikroba
paling rendah (4,1608 log CFU/g ± 0,10526).