Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
TULASEKET, CLAUDEA RACHELINA
Subject
664 Food technology
Datestamp
2016-03-22 04:06:48
Abstract :
Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu bahan pangan lokal yang
ketersediaannya melimpah di Indonesia. Ubi kayu juga merupakan jenis umbi yang
sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia dan mempunyai nilai gizi yang tinggi. Namun,
selama ini pengolahan ubi kayu belum maksimal, oleh sebab itu pada penelitian kali ini
untuk meningkatkan potensi ubi kayu adalah digunakan untuk bahan baku pembuatan
mocaf dan diaplikasikan pada mie instan. Pada penelitian ini dilakukan penelitian
pendahuluan dengan cara membuat tepung mocaf dengan menggunakan dua media
fermentasi yang berbeda. Penelitian pendahuluan ini dilakukan untuk mengetahui media
yang yang baik untuk fermentasi mocaf. Parameter yang diujikan pada penelitian
pendahuluan ini adalah analisa fisik (densitas kamba, wettability¸ dispersibility, warna)
dan analisa kimia (kadar air, protein, serat). Dari hasil penelitian mocaf yang
difermentasi dengan media air kelapa memiliki karaktersitik lebih baik dibanding
dengan mocaf yang difermentasi dengan media aquades. Mocaf yang terbaik selanjutnya
digunakan sebagai bahan baku pembuatan mie instan dalam penelitian utama. Tujuan
dilakukan penelitian utama ini untuk mengetahui konsentrasi terbaik mocaf dalam
pembuatan mie instan. Konsentrasi yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 40% dan
50%. Sedangkan pengujian yang dilakukan adalah analisa fisik (cooking loss,
kekerasan, tensile strength, warna), kimia (kadar air, protein, serat), dan analisa sensori.
Dari hasil penelitian semakin tinggi konsentrasi mocaf pada mie instan akan
menurunkan tingkat kelentingan, kecerahan, kadar air dan protein dan meningkatkan
nilai cooking loss, kekerasan dan kandungan serat. Berdasarkan uji sensori mie instan
yang disubtitusi dengan 10% mocaf paling bisa diterima dari segi warna, rasa,
kekenyalan, aroma dan overall.