Abstract :
Tepung umbi yang terbuat dari umbi ganyong dapat digunakan untuk menggantikan
tepung beras dalam berbagai produk makanan terutama bihun sehingga mengurangi
ketergantungan masyarakat Indonesia atas beras. Namun, tepung ganyong ini memiliki
kandungan gizi yang rendah dan sifat fisik yang kurang baik. Untuk itu dilakukan
modifikasi dengan metode fermentasi menggunakan kultur campuran pada variasi
konsentrasi yang berbeda-beda.Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi tepung
ganyong dengan metode fermentasi yang dibuat dari bahan dasar umbi-umbian
sehingga didapatkan perbandingan kultur fermentasi yang paling sesuai.Proses
fermentasi berlangsung selama 3 hari dengan memfermentasikan umbi ganyong dan
kultur campuran Saccharomyces cereviceae dan Rhizopus oryzaeperbandingan 1:1, 1:2,
dan 2:1 pada suhu 300C secara aerob. Hasil fermentasi ini kemudian dibuat menjadi
tepung umbiganyong dan diaplikasikan pada pembuatan bihuninstan. Sebelum
diaplikasikan menjadi bihun instan, tepung akan dianalisa terlebih dahulu baik yang
difermentasi maupun tidak difermentasi untuk mengetahui pengaruh fermentasi
terhadap karakter kimia dan fisik tepung ganyong. Analisa yang dilakukan antara lain
analisa kimia seperti air, abu, protein, lemak, karbohidrat, serat, dan pH serta analisa
fisik seperti densitas, warna, bau, bentuk, dan kehalusan.Sedangkan analisa yang
dilakukan pada bihun instan adalah analisa fisik seperti derajat keutuhan, waktu
rehidrasi, daya serap air, dan daya tahan, kemudiananalisa sensori seperti penampakan,
rasa, tekstur, bau, warna dan overallpada 30 orang panelis tidak terlatih di daerah
Semarang, serta pengamatan tiap tahap proses pembuatan bihun instan. Analisa data
dengan menggunakan One Way Anova pada tingkat kepercayaan 95%. Tepung ganyong
yang difermentasi menggunakan campuran Saccharomyces cereviceae dan Rhizopus
oryzaeperbandingan 1 : 2 memiliki karakter kimia dan fisik yang paling baik yaitu air
(8,07±0,15%), abu (1,06±0%), protein (14,91±0,29), serat kasar (4,50±0,26), bulk
density (0,99±0,02 g/ml), kehalusan (99,53%).Untuk memperbaiki warna, sebagian air
yang digunakan untuk membuat bihun instan diganti dengan air jeruk nipis konsentrasi
20%. Tepung ganyong yang terbaik kemudian diaplikasikan pada pembuatan bihun
instan. Bihun instan yang disubstitusi dengan 20% tepung ganyong fermentasi paling
bagus dari segi fisik dan sensoris dengan karakteristik derajat keutuhan (66,27%), daya
tahan bihun (94±0,03%), waktu rehidrasi 3 menit. warna (3,10±3,21), elastisitas
(2,97±4,26), tekstur (3,03±4,26), rasa (3,13±4,03), overall(2,87±3,89).