Abstract :
Tepung umbi garut (Maranta arundinacea L) berpotensi sebagai pengganti tepung
terigu dalam berbagai bahan makanan, salah satunya pasta. Akan tetapi karakteristik
fisik dan kandungan gizi tepung garut ini kurang baik. Sehingga perlu adanya
modifikasi melalui proses fermentasi dengan menggunakan kultur campuran pada
variasi konsentrasi yang berbeda-beda, sehingga diperoleh perbandingan konsentrasi
kultur fermentasi yang paling sesuai. Fermentasi umbi garut ini dilakukan dengan
kombinasi Rhizopus oryzae dan Lactobacillus plantarum dengan perbandingan 1:1, 1:2,
dan 2:1 difermentasi selama 3 hari secara aerob. Setelah proses fermentasi selesai,
dilakukan proses penepungan umbi garut dan diaplikasikan menjadi pasta instan.
Selanjutnya tepung garut kontrol dan fermentasi tersebut diuji secara kimiawi yang
meliputi air, abu, lemak, protein, serat kasar, dan karbohidrat dan diuji secara fisik yang
meliputi densitas, kelarutan air, kebasahan , dan warna. Pengujian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh fermentasi terhadap kualitas tepung garut. Berdasarkan hasil
penelitian diketahui bahwa tepung garut fermentasi kultur campuran L. plantarum : R.
oryzae 1:2 mempunyai karakteristik terbaik, dengan nilai kadar air (12,46 ± 0,26 %),
abu (5,42 ± 0,22 %), lemak (1,10 ± 0,72 %), protein (4,07 ± 0,16 %), serat kasar (4,74 ±
1,95 %), karbohidrat (72,21 ± 2,42 %), densitas (0,30 ± 0,02 g/ml), kelarutan air (1,94
± 0,18 %), kebasahan (121,67 ± 2,83 detik), warna (L* 91,87 ± 0,86, a* -0,21 ± 0,07, b*
4,82 ± 0,15). Tepung Garut tersebut kemudian dibuat menjadi pasta instan, dengan
mensubstitusikan tepung terigu dengan tepung garut berbagai perlakuan. Setelah
menjadi produk pasta instan, maka dilakukan uji fisik yang meliputi cooking loss,
kekerasan, tensil strength, dan cooking time dan uji sensori yang meliputi warna, aroma,
kekenyalan, rasa, dan overall yang dilakukan pada 30 orang panelis tidak terlatih di
daerah Semarang. Analisa data yang digunakan adalah dengan One Way Anova pada
tingkat kepercayaan 95%. Merujuk pada hasil penelitian tersebut, maka diperoleh hasil
bahwa pasta instan berbasis tepung garut fermentasi yang mempunyai karakteristik
terbaik dan dapat diterima oleh masyarakat adalah pasta instan berbasis tepung garut
fermentasi kultur campuran L. plantarum : R. oryzae 1:2, dengan nilai cooking loss
(5,87 ± 0,30 %), kekerasan (213,32 ± 1,05 gf), tensil strength (7,19 x 10-2 ± 3,72
N/mm2), cooking time (416,32 ± 7,95 detik), atribut warna (L* 66,55 ± 0,32, a* 0,87 ±
7,96, b* 13,82 ± 0,51). Serta atribut sensori warna (3,20 ± 0,92), aroma (2,66 ± 1,21),
kekenyalan (2,93 ± 1,05), rasa (2,50 ± 1,20), dan overall sebesar 2,97 ± 1,19.