Abstract :
Tepung ubi jalar merah (Ipomoea batatas) mengandung beta karoten yang tinggi dan
tepung mocal mengandung serat yang cukup sehingga sangat baik untuk kesehatan. Dengan
kandungan beta karoten yang tinggi dan serat yang cukup maka tepung ubi jalar merah dan
tepung mocal ini dapat diaplikasikan dalam pembuatan roti manis. Kekurangan tepung
mocal ini yaitu roti yang dihasilkan kurang mengembang. Oleh karena itu ditambahkan
hidrokoloid untuk meningkatkan volume roti dan membuat tekstur lebih lembut. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ubi jalar merah dan
tepung mocal terhadap karakteristik fisik, kimia, dan umur simpan roti manis rendah gluten
yang dapat diterima dan disukai oleh panelis. Rasio substitusi yang digunakan adalah 0%
tepung ubi jalar merah dan 0% tepung mocal, 10% tepung ubi jalar merah dan 10% tepung
mocal, 20% tepung ubi jalar merah dan 20% tepung mocal, dan 30% tepung ubi jalar merah
dan 30% tepung mocal. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi substitusi tepung
mocal dan tepung ubi jalar merah maksimal dan diterima secara sensoris oleh panelis
adalah formulasi 6:2:2 (tepung protein tinggi : tepung mocal : tepung ubi jalar merah). Pada
formulasi 6:2:2 ada peningkatan nilai hardness pada crumb, jumlah pori, beta karoten, dan
serat kasar dibandingkan dengan kontrol. Nilai hardness pada crumb meningkat dari
225,35 gf menjadi 715,89 gf dan jumlah pori akan meningkat sebesar 85 menjadi 96, beta
karoten akan meningkat dari 172,77 IU menjadi 190,02 IU dan serat kasar akan meningkat
dari 1,49% menjadi 3,53%. Untuk karakteristik sensorinya, formulasi 8:1:1 (tepung protein
tinggi : tepung mocal : tepung ubi jalar merah) menjadi pilihan yang disukai oleh panelis.
Untuk umur simpan, semakin lama waktu penyimpanan akan meningkatkan kekerasan roti
manis dan menurunkan kadar air roti manis.