Abstract :
Gaya hidup mengkonsumsi sayuran sering dikaitkan dengan pola hidup sehat. Sayuran
yang mudah ditemukan di Indonesia adalah sawi putih. Sawi putih memiliki harga yang
murah dan mengandung beberapa senyawa menyehatkan. Sawi putih sebelum
dikonsumsi mengalami pengolahan seperti penumisan dan perebusan. Namun,
pengolahan yang paling sering dilakukan adalah perebusan. Perebusan merupakan salah
satu bentuk pengolahan bahan pangan dengan menggunakan panas. Penggunaan panas
selama pengolahan ini akan menyebabkan perubahan nutrisi yang ada di dalam sawi
putih tersebut. Penelitian ini mempelajari pola perubahan aktivitas antioksidan, total
fenol, dan vitamin C selama perebusan 60 menit pada suhu 700C di sawi putih dan air
rebusan. Perebusan dilakukan selama 3, 6, 9, 12, 15, 20, 25, 35, 45, dan 60 menit.
Sampel air rebusan diambil pada perebusan 3, 9, 15, 35 dan 60 menit. Hasil pengujian
aktivitas antioksidan total fenol dan vitamin C pada sawi putih menunjukkan adanya
penurunan seiring dengan lama perebusan. Penurunan aktivitas antioksidan, total fenol
dan vitamin C pada sawi putih disebabkan oleh kerusakan karena panas dan larutnya
komponen tersebut kedalam air. Larutnya komponen tersebut ditandai dengan
ditemukannya aktivitas antioksidan, total fenol dan vitamin C pada air rebusan.
Aktivitas antioksidan dan vitamin C pada air rebusan mengalami peningkatan pada
menit – menit awal kemudian diikuti dengan penurunan hingga akhir perebusan.
Sedangkan pada air rebusan total fenol terus meningkat hingga 60 menit perebusan.
Perebusan selama 60 menit tidak mempengaruhi kadar air dalam sawi putih secara
signifikan. Perbedaan pola perubahan aktivitas antioksidan, total fenol dan vitamin C
disebabkan karakteristik masing - masing komponen tersebut.