Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini menguji hipotesis yang dikembangkan dalam kontek
asimetri informasi di antara para pelaku pasar modal di pasar modal Indonesia.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh reputasi
underwriter, skalalukuran, jumlah saham yang masih ditahan oleh investor
lama,umur, financial leverage,ROA, EPS dan PER perusahaan terhadap tingkat
underpriced. Hasil dari penelitian terhadap perusahaan-perusahaan yang
melakukan IPO dalam periode 2002-2004 secara parsial adalah jumlah saham
yang masih ditahan investor lama dan EPS berpengaruh secara signifikan terhadap
besarnya tingkat underpriced dan untuk reputasi underwriter, skalalukuran, umur,
financial leverage,ROA,dan PER perusahaan tidak mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap tingkat underpriced. sedangkan hasil pengujian secara
simultan variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat
underpriced. Namun model hanya mampu menjelaskan besarnya variasi dalam
variabel terikat hanya sebesar 52%, hal ini dapat diartikan bahwa 48% variabel
tingkat underpriced dijelaskan oleh variabellain diluar model.