Abstract :
Abstrak
Pada dasamya manusia iill ingin berkeruban& sesuai dengan pendapat
Maslow bahwa kebutuhan dasar dati manusi. dapa! diurutkan secara teoritis yaitu
kebutuhan-kebutuhan dasar fu;;o\ogis, kemanan dan baterjaminan, cinta,
penghargaan ( esteem ) dan perwujudan diri. Dan keberadlUUl manus;' dalam
bekelja merupakan suatu bagian yang sangat pentiug untuk mencapai kebutuhan
dassr dan berkembang. Karyawan yang bekerja pada ,uatu parusahaan pasti
mengberapkan kem.juan bag; dirinya. Kemajuan t""",but, nampak dalam
peDgembangan karier karyawan pada suatu perusabaan.
Di dalam Ungkungan pekeljaan hal yang berkaitan dengan peningkatan
harga diri dan perwujudan diri adalah adanya suatu promosi jabatan yang lebilt
tinggi dati SWltu parwujudan pengembangan katier. Hal ini disadati oleb individu
maupun organisasi dengan melibat kondis; sosial yang bembah dengan cepa~
make: karier menjadi sesuatu yang penting. Dfmana seseorang semaldn menilai
prestasi baIjanya untuk meeapai katier yang lebilt tiuggi.
Pengembangan kaTier setiap individu akan beIbeda karena setiap individu
mempunyai kondisi lingkungan kelja yang berbeda-beda. PerbedlUUl ·t=ebut
dilatarbelakangi oleb perbedaan pematiun, dasar pengalaman dan kondis; lisik
pada setiap individu. Di sarnpiug \in parbedaan persepsi juga dipengarubi oleh
pengalaman masa Jampau dan masa kini serta sikap individu pada waktu
mempersepsikannya.
Dalam pangembangan katier soorang karyawan, pendidikan merupekan
hal yang sangat menentukan. Pada umnmnya semakiu tiuggi tingkar pendidikan,
karyawan akan semakiu luas kemungkinan mencapai pangkat dan jabatan yang
lebih tinggi. Dimana pengembangan karier diartikan sebagai suatu bentuk
aktivitas yang sifatnya furmal sedangkan reneana yang disusun 0100 perusahaan
untuk karyawan-karyawannya, hermjuan untuk meniugkatkan kemarnpuan
karyawan dan keoakapan karyawan dalam bekelja.
Ada banyak kekuatan yang membantu pangembangan dan pembentukan
'uatu katier, antara lain : sitat dan mental, orang tua, pendidikan sekolah,
paogelompokkan einis, jenis kelamin, ternan ",bay", pangelarnan dalam
organisasi dan umur.
Janis kelamin .tau gender adalah pembedaan laId-laki dan perempuan
yang dieiptakan oleb manus;" dapat ditukar dan diubah, namun tidak nmum,
dapat barubah sesuai dengan tempal, waktu balas tergantung pada 'gama,
lingkungan sosial dan lainnya. Lebih mengacu pada pembawa sitar yang
membedakan sifat -sifat antara pna dan wanita, diberikan secara kultural nSiIll1m
talah dianggap .. bag'; kodrRt ahuniah.
Ilerlakunya disktimiuasi gender di kalangan masyarakat menyebabkan
terbatasnya hidang pakeljaan bagi tenaga keJja wanita dimon. wenita masilt
dianggap tidak dapat melakukan pekeIjlUUl yang ballyak tantanganny. yang
biasanya didominasi oleb kanm pria. Demikian pula baJnya dengan persepsi
techadap gender, dengan memandang perbedlUUl gender yang ada mak:a secara
tidak Iangsnng akan mempengaruhi parkembangan katier karyawan. Persepai
terse1>ut hermula dati adanya asumsi bahwa perempnan ernosiona! sebiugga perempuan dianggap tidal< tepat menjadi pemimpin bertugas melayani surum dan
merawa! kel.arganya, sehingga dianggap' wajar jika aspek pendidika" ata. karier
ke jerrj.ng yang lebih tinggi dinornor duakan.
Latar belakang yang ada tarnpak bahwa ada pertedaan persepsi (erhadap
pengarnbangan karler antara karyawan pria dan karyawan wanita. Akan teI.llpi
kenyataan yang ada belum tentu dernikian, merrgingat bahwa saa! ini dengan
adanya ernansipasi wanita banyak pula wanita yang telah menduduki jabatan
penting di dalarn masyarakat. Timbul pentanyaan « Apakah ad. perbed.an
persepsi terhadap pengembangan karier anwa karyawan pria dan karyawan
wanita."
Berdasarkan law belakang penelirian yang telah diuraikan diatas, maka penulis
rnerumuakan rnasalah sebagai berikut :
l. Bagaimanakah persepsi karyawan pri. dan karyawan wanita terbadap
pengembangan karier.
2. Bagaimanakah persepsi karyawan pria dan kmyawan wanita tem.dap
pengembangan karier dilih.t dart aspek tangung jawab.
3. Bagaimanakah persepsi karyawan plia dan karyawan wanit. terb.dap
pengembangan karier dilihat dari aspek sllltusjahatan.
4. Bagaimanakah persepsi karyawan plia dan karyawan wanita terbad.p
pengembangan karier dilihat dari aspek wewenang.
5. Bagaimanakah persepsi karyawan pria dan karyawan wanita terhadap
pengarnbangan karier dUihat dari aspek kompensasi
Adapun hipotesis yang lelah dirumuskan ad.lah seb.gai berikut :
1. Ada perbcdaan persepsi torh.dap pengarnbangan karier antara kmyawan pna
dan karyawan wanita.
2. Ada perbedaan persepsi terhadap pengembangan karier antara karyawan pria
dan kary.wan wanita dilih.t deli aspek tanggung jawah.
3. Ada perbedaan persepsi terhadap pengembangan karier antara kmyawan pria
dan karyawan wanita dilihat dart aspak status jabatan.
4. Ada perbedaan persepsi terbadap peogembangan karier antara karyawan pli.
dan karyawan wanita dilihat dan aspek wewenang.
5. Ad. pertedaan persepsi terhadap