DETAIL DOCUMENT
OPTIMASI PEMBUATAN INDIKATOR ALAMI PENDETEKSI BORAKS MENGGUNAKAN EKSTRAK JANTUNG PISANG (Musa acuminata x Musa balbisiana)
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
FADHILAH, AYU NURIYATUL
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-11-17 07:06:22 
Abstract :
Ayu Nuriyatul Fadhilah Boraks merupakan BTP (Bahan Tambahan Pangan) yang dilarang digunakan meskipun dalam kadar rendah. Terdapat konsentrasi boraks yang dapat menyebabkan keracunan yaitu 20- 150 mg/l. Nevrianto (1991) dalam (Nastiti, et al., 2020) menyebutkan bahwa efek negatif yang ditimbulkan boraks akan berjalan lama meskipun digunakan dalam jumlah sedikit. Jika tertelan, boraks dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, ginjal dan hati Makanan yang mengandung boraks sulit dibedakan dengan panca indera, sehingga memerlukan uji khusus agar dapat mengetahui adanya boraks atau tidak dalam makanan seperti indikator. Indikator merupakan sesuatu atau variabel yang dapat menunjukkan ataupun mengindikasikan kepada penggunaannya tentang kondisi tertentu, sehingga digunakan untuk mengukur perubahan yang terjadi. Sehingga pemeriksaan boraks ini menjadi sangat penting untuk menjamin keamanan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat dikarenakan makanan yang mengandung boraks sulit dibedakan dengan panca indera. Terdapat beberapa penelitian yang dilakukan untuk mendeteksi adanya boraks dalam makanan, seperti Yuliantitni (2019) mendeteksi boraks menggunakan antosianin dari bunga telang. Antosianin merupakan golongan senyawa kimia organik yang dapat larut dalam pelarut polar, serta bertanggung jawab dalam memberikan warna oranye, merah, ungu, biru, hingga hitam pada tumbuhan tingkat tinggi seperti: bunga, buahbuahan, biji-bijian, sayuran, dan umbi-umbian. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa antosianin dapat digunakan untuk mendeteksi adanya boraks dalam makanan. tetapi pemanfaatan antosianin masih jarang digunakan terutama untuk deteksi boraks. Sedangkan Indonesia mempunyai banyak tanaman atau bahan alam yang mengandung senyawa antosianin salah satunya yaitu jantung pisang. Jantung pisang merupakan ujung bunga pisang yang tersisa dan harus dibuang saat bagian lainnya bertumbuh menjadi pisang, agar tidak menghambat pertumbuhan dan mencegah penyakit pisang sehingga dianggap limbah (Karyono, 2015 dalam Hastanto, 2015). Jantung pisang adalah sumber antosianin yang baik, yang terlihat dari warnanya yang keunguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah antosianin dari jantung pisang dapat digunakan sebagai indikator untuk mendeteksi adanya boraks. Penelitian ini dilakukan ekstraksi jantung pisang dengan metode maserasi selama 6 jam menggunakan pelarut methanol yang di asamkan dalam 1% HCl, kemudian dilakukan beberapa optimasi meliputi optimasi panjang gelombang maksimum, optimasi volume reagen jantung pisang, optimasi pH, optimasi waktu pengukuran dan dilakukan validasi metode dengan parameter linieritas, LOD dan LOQ, selektivitas, serta presisi. Hasil penelitian diperoleh nilai panjang gelombang maksimum yang bertujuan untuk mendapatkan nilai absorbtifitas yang memberikan sensitifitas pengukuran tertinggi, diperoleh hasil panjang gelombang maksimum yaitu 515.5 nm, sehingga hasil yang didapat digunakan untuk perlakuan selanjutnya. Perlakuan selanjutnya yaitu optimasi volume reagen jantung pisang diperoleh hasil 3 ml reagen jantung pisang dengan absorban 0.7787, optimasi pH diperoleh pH 2 dengan absorban 0.8071, optimasi waktu pengukuran diperoleh waktu pengukuran selama 1 menit dengan absorban 0.7675. Setelah didapat hasil optimasi dilakukan validasi metode dengan beberapa parameter, yaitu Linieritas dengan hasil y = 0.0679x + 0.3292 dan nilai r 0.9991, hasil uji LOD sebesar 6.18 ppm dan uji LOQ sebesar 18.74 ppm, uji selektivitas didapatkan hasil bahwa ekstrak jantung pisang selektif untuk mendeteksi boraks, dan hasil uji presisi memenuhi persyaratan dengan nilai RSD <2% yaitu 0.374%. Dari penelitan ini dapat disimpulkan bahwa antosianin dari ekstrak jantung pisang dapat digunakan sebagai indikator untuk deteksi boraks. Berdasarkan dari hasil uji pada penelitian ini disarankan melakukan pengujian ekstrak jantung pisang sebagai deteksi boraks dengan sampel (makanan) 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya