DETAIL DOCUMENT
Evaluasi Prevalensi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) Pasca Pemberian Vaksin Astrazenecca DanVaksin Sinovac
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
FIOLA, DWI RIESWINDA RAHMA
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-11-18 02:55:19 
Abstract :
DWIRIESWINDARAHMAFIOLA Penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh jenis virus corona. Virus ini dapat ditularkan dari manusia kemanusia. Salah satu tata laksana yang digencarkan oleh pemerintah yaitu pelaksanaan vaksinasi sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19. Adapaun jenis vaksin yang digunakan adalah Astra Zeneca, dan Sinovac BiotechLtd. Pengembangan vaksin umumnya membutuhkan waktu 10-15 tahun dan untuk menyingkatnya menjadi suatu periode hanya membutuhkan 15 bulan menimbulkan kekhawatiran terkait vaksin tersebut untuk penggunaan umum secara global, adapun efek samping maupun kejadian ikutan biasa disebut dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dapat terjadi pada orang yang telah mendapatkan vaksin COVID-19. Penelitian ini merupakan metode penelitian obeservasional denganmetoderetrospektif. Populasi penelitianini adalahsemua warga Surabaya yang telah selesai divaksinasi tahap I maupun tahap I &II. DilakukanpengamatanpadaformKIPIdari DinasKesehatankotaSurabaya. Hasil terlaporkanpadapenelitianini KIPIvaksinAstraZeneccayangbanyakdilaporkan yaitunyeri padabekassuntikan37%, demam21%, menggigil ataumeriang16%, badan pegal 7%, mual atau muntah 6%. Untuk laporan KIPI vaksin Sinovac menunjukkanpresentasenyeripadabekassuntikan17%, demam33%, pusing12%, kemerahan/bengkakpadabekassuntikan11%,mengantuk6%. Katakunci:COVID-19,VaksinAstrazeneca,VaksinSinovac,KejadianIkutan PascaImunisasi(KIPI). 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya