Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun pandan
wangi (Pandanus amarllifolius roxb.) dan ekstrak daun kelor (Moringa
oleifera L.) terhadap pertumbuhan bakteri pada tahu. Dalam penelitian ini
menggunakan metode penelitian Analisis Varians (ANOVA) dari
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan kemudian hasil perlakuan yang
berbeda di analisis oleh Duncan Beberapa Rentang Test (DMRT), dengan 4
perlakuan, dan 6 pengulangan. Perlakuan yang digunakan untuk ekstrak
daun pandan wangi (Pandanus amarllifolius roxb.) dan ekstrak daun kelor
(Moringa oleifera L.) P0 (0%), P1 (10%), P2 (30%), dan P4 (50%) dan
pada perlakuan kombinasi P0 (0%), P1 (5%:5%), P2 (15%:15%), dan P4
(25%:25%). Variabel yang diamati adalah zona hambat pertumbuhan
bakteri pada tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun
pandan wangi (Pandanus amarllifolius roxb) dan ekstrak daun kelor
(Moringa oleifera L.) maupun pada kombinasi memberi hasil berbeda
sangat nyata pada konsentrasi 50% dengan daya hambat tertinggi pada
ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amarllifolius roxb).
Kata kunci: ekstrak daun pandan wangi, daun kelor, tahu.