Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi warga terhadap pelanggaran Protokol Kesehatan, faktor-faktor dan dampak yang ditimbulkan persepsi warga serta upaya untuk mengatasi persepsi warga terhadap pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori persepsi, Covid-19 dan pelanggaran Protokol Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 metode, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan Teknik analisis induktif yaitu analisis yang berpijak dari fakta-fakta yang bersifat khusus kemudian diteliti dan menghasilkan pengertian umum.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, penelitian ini menunjukan bahwa Persepsi warga terhadap pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 masi kurang baik dalam bersikap peduli terhadap pelaksanaan Protokol Kesehatan. Faktor yang mempengaruhi Persepsi warga terhadap pelanggaran Protokol Kesehatan yaitu dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang bahayanya Covid-19 dan ketegasan aturan dan sanksi yang diberikan petugas kurang tegas. Dampak yang ditimbulkan dari pelanggaran Protokol Kesehatan bisa dirasakan hingga saat penelitian ini dibuat, seperti pandemi Covid-19 yang belum meredah, bahkan tiap hari selalu naik. Selain dampak Kesehatan, terdapat dampak perekonomian warga yang semakin menurun. Dalam upaya untuk mengatasi persepsi warga terhadap pelanggaran protokol Kesehatan Covid-19 Pemerintah harus mengadakan edukasi secara merata di setiap kampung atau desa yang berada di kawasan Kecamatan Wiyung tentang bahayanya Covid-19 dan juga harus menerapkan sanksi yang tegas.
Kata Kunci: Persepsi, Covid-19, Pelanggaran Protokol Kesehatan.