Abstract :
Beton merupakan kontruksi pembangunan infrastruktur bagi Indonesia sebagai roda
penggerak perekonomian di Indonesia dan seluruh proyek negri. Beton merupakan juga
material untuk suatu proyek tol, jembatan maupun lainnya menjadi kebutuhan fasilitas
infratruktur diindonesia dan semakin meningkat diperkembangan salah satunya
perusahaan beton precast plant prambon. Disamping itu waktu produksi tidak optimal
mengharuskan penambahan waktu keja(kerja lembur) maka kendala yang di hadapi
adalah kapasitas waktu produksi yang ada sudah apakah dapat memenuhi permintaan
konsumen. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut diterapkan metode Rought Cut
Capacity Planning (RCCP). Untuk memberikan ketersediaan kapasitas produksi
memenuhi target produksi, dengan menggunakan metode RCCP(Rought Cut Capacity
Planning). Berdasarkan hasil penelitian di perusahaan beton precast plant prambon
dengan menggunakan metode Rought Cut Capacity Planning (RCCP) dapat disimpulkan
bahwa pada proses stasiun kerja Cutting, Heading, Caging, Setting Joint Plate, Setting
Moulding, Batching, proses cor, Stressing, Spinning Sudah memenuhi kebutuhan
kapasitas produksi di karenakan waktu yang tersedia lebih besar dari kebutuhan kapasitas.
Sedangkan pada proses Steaming, Demoulding masih belum memenuhi kapasitas yang
dibutuhkan sehingga perlu diadakan penambahan waktu kerja atau lembur pada periode
bulan Juni Hingga Maret. Perbaikan yang bisa dilakukan adalah dengan revisi Master
Production Schedule (MPS) dan penambahan waktu yang diperlukan diharapkan
perusahaan mampu memenuhi permintaan konsumen.
Kata kunci:KapasitasProduksi,penambahan waktu, RCCP(Rought Cut Capacity
Planning