Abstract :
Kedelai (Glycine max L. Merril) merupakan salah satu komoditas pangan
strategis di Indonesia dan komoditas terpenting setelah padi dan jagung, karena kedelai
sangat dibutuhkan oleh penduduk Indonesia sebagai sumber protein nabati. Kebutuhan
kedelai di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.
Hal ini juga sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi. Kebutuhan
kedelai sebagian besar digunakan untuk bahan baku industri pangan seperti tahu,
tempe, kecap, tauco, dan diolah secara modern menjadi susu serta minuman sari
kedelai. Oleh karena itu, pemberian bioaktivator salah satu teknik budidaya yang dapat
meningkatkan produksi kedelai. Bioaktivator yang dapat digunakan yaitu bonggol
pisang dengan penambahan biochar arang sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pemberian bioaktivator bonggol pisang dengan penambahan
biochar arang sekam padi dengan 2 kontrol yaitu kontrol negatif 0% dan kontrol positif
(bioaktivator em4) dan 3 perlakuan yaitu P1 (10%), P2 (15%), P3 (20%) dalam
meningkatkan pertumbuhan, kadar klorofil total, dan hasil produksi tanaman kedelai
serta untuk mengetahui konsentrasi optimal dari setiap perlakuan yang diberikan.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan
5 ulangan. Data hasil penelitian kemudian di analisis dengan uji ANOVA dilanjutkan
uji LSD/BNT dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian Bioaktivator
bonggol pisang dengan penambahan Biochar arang sekam padi memberikan pengaruh
yang signifikan (P<0,05) pada pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah daun), kadar
klorofil (total) dan hasil produksi (berat basah, jumlah polong, berat polong, jumlah
biji dan berat biji) tanaman kedelai dengan konsentrasi yang optimal pada perlakuan
P3 dengan konsentrasi 20%.
Kata kunci : bioaktivator, biochar, tanaman kedelai, bonggol pisang, arang sekam padi