Abstract :
Ekstrak pakis merupakan tanaman yang mengandung hormon giberelin. Zat
pengatur tumbuh merupakan hormon sintetis dari luar tubuh tanaman. Zat pengatur
tumbuh memiliki fungsi untuk merangsang perkecambahan, pertumbuhan akar, tunas
daun dan menunda penuaan pada daun Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh
pemberian zat pengatur tumbuh nabati yang berasal dari daun pakis sayur dengan
dosis terbaik untuk mengetahui anatomi tanaman yaitu tingkat kerapatan stomata dan
indeks pada tanaman cabai rawit.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei di
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Perlakuan ekstrak pakis sayur nabati P0 (0%),
P1 (5%), P2 (10%) dan P3 (15%).
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4
perlakuan dan 6 kali ulangan. Pemberian ekstrak pakis nabati pada tanaman cabai
rawit diberikan pada umur tanam 1 bulan, selama 4 kali dengan pemberian 1 minggu
sekali. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan uji ANOVA. Jika data
berpengaruh signifikan maka akan dilakukan uji lanjut yaitu uji Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh daun pakis
sayur nabati memberikan pengaruh nyata (P<0,05) pada kerapatan somata dan indeks
stomata daun cabai rawit. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa perlakuan P3 (15%)
berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya.
Kata kunci: Ekstrak daun pakis sayur, indeks stomata, kerapatan stomata daun cabai
rawit.