DETAIL DOCUMENT
KAJIAN PENATAAN RUANG KAWASAN TERHADAP POLA PERMUKIMAN TERDAMPAK LUMPUR LAPINDO
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
AGUSTINA, RAHMATULLAH
Subject
GE Environmental Sciences 
Datestamp
2022-11-29 03:39:39 
Abstract :
(Rahmatullah Agustina), 2022, Kajian Penataan Ruang Terhadap Pola Permukiman Terdampak Lumpur Lapindo, Tugas Akhir, Program Studi : Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dosen Pembimbing : Moch. Shofwan, S.Pd.,M.Sc. Bencana Lumpur lapindo merupakan peristiwa semburan lumpur yang terjadi pada 29 Mei 2006 yang mengakibatkan berbagai permasalahan terutama pada bidang landscape diantaranya penurunan permukaan bumi, perpindahan penduduk sampai dengan penurunan jumlah pengadaaan perumahan dikarenakan keterbatasan ketersediaan lahan, keterbatasan luas ketersediaan lahan kosong untuk perumahan dan kedekatan jarak dengan area lumpur. Tugas akhir ini dilaksanakan untuk mengetahui kajian penataan ruang terhadap pola permukiman terdampak bencana Lumpur Lapindo. Metode yang digunakan yakni metode analisis pola permukiman menggunakan NNA yang menghasilkan sebaran pola permukiman selanjutnya diklasifikasikan pemanfaatan ruang pada pola permukiman yang ada dan selanjutnya akan dilakukan analisis overlay terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kebupaten Sidoarjo Tahun 2009-2029 dengan tools Union pada ArcMap 10.4. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat 2 pola permukiman, yakni pola permukiman acak (random) terdapat pada 2 desa dan pola permukiman mengelompok (clustered) pada 6 desa dan 3 kelurahan. Penataan ruang pada pola permukiman terbagi menjadi struktur ruang berupa jalan arteri primer, lokal, jalan lingkungan, dan jaringan kereta api, sedangkan untuk kawasan lindung terbagi menjadi badan air, kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan dibawahnya dan untuk kawasan budidaya berupa permukiman, pertanian, dan industri. Penataan ruang pada wilayah kajian menunjukan hasil singkronisasi antara RTRW menunjukan nilai kesesuaian sebesar 39%, kesesuaian terbesar berada pada kawasan permukiman yaitu 17% sedangkan ketidak sesuaian menunjukan nilai 61% dimana ketidak sesuaian terbesar pada kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan dibawahnya yaitu 24%. Dari hasil tersebut diperlukan perhatian pemerintah terkait dengan pengendalian pemanfaatan ruang sehingga perkembangan pemanfaatan ruang dapat sesuai dengan rencana pola ruang yang ada. Kata Kunci : Kawasan Budidaya, Kawasan Lindung, Pola Permukiman Acak, Pola Permukiman Mengelompok, Struktur Ruang 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya