DETAIL DOCUMENT
IMPLEMENTASI MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN INERIE KABUPATEN NGADA
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
RENDO, YUNITA WEA
Subject
G Geography (General) 
Datestamp
2022-11-29 03:45:23 
Abstract :
(Yunita Wea Rendo), 2022, Implementasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Inerie Kabupaten Ngada, Skripsi, Program Studi: Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dosen Pembimbing: Moch. Shofwan, S.Pd., M.Sc. Bencana longsor di Kecamatan Inerie terjadi pada tanggal 03 bulan september 2021, dan memakan korban jiwa dengan sejumlah 2 orang meninggal dunia, 1 orang hilang dan yang lain luka-luka. Selain memakan korban jiwa, bencana longsor ini juga menyebabkan kerugian materrial berupa rumah warga yang tertimbun longsor. Permasalahan yang terjadi di mana lokasi kampung Malapedho Desa Inerie terletak pada kelerangan yang curam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi mitigasi bencana tanah longsor dan mengetahui kondisi sebaran resiko bencana tanah longsor di Kecamatan Inerie. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan survei primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil pembahasan terdapat 3 kelas risiko bencana longsor yaitu kelas rendah, sedang dan tinggi. Daerah dengan kelas kapasitas rendah adalah Desa Waebela dan Desa Legeriwu. Daerah dengan risiko bencana longsor sedang adalah Desa Manubhara, Tiwurana, Warupele I, Warupele II, Inerie, Sebowuli dan Desa Paupaga. Sedangkan dengan risiko bencana longsor paling tinggi adalah Desa Legeriwu. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak resiko bencana longsor adalah dengan melakukan reboisasi atau penanaman kembali pohon di wilayah yang beresiko, membuat terasering, serta membatasi jumlah bangunan pada daerah rawan longsor. Implementasi mitigasi bencana tanah longsor di kecamatan inerie sudah berjalan dengan semaksimal mungkin, hal ini di tandai dengan rehabilitasi dan rekonstruksi bencana tanah longsor penanganaannya sudah sangat baik dengan persentase sebesar 81 %. Berdasarkan kriteria implementasi mitigasi bencana bahwa nilai kriteria tersebut masuk dalam kategori sangat baik artinya koordinasi yang dijalankan antara pemerintah dan masyarakat sudah berjalan dengan optimal. Kata Kunci: Implementasi, Longsor, Mitigasi Bencana 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya