DETAIL DOCUMENT
POLA SEBARAN PERMUKIMAN KOMUNAL DAN PARSIAL PASCA BENCANA LUMPUR LAPINDO
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
DARMA, DWI AGUNG ADHA
Subject
G Geography (General) 
Datestamp
2022-11-29 04:00:22 
Abstract :
(Dwi Agung Adha Darma), 2022, Pola Sebaran Permukiman Komunal dan Parsial Pasca Bencana Lumpur Lapindo Tugas Akhir, Program Studi: Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dosen Pembimbing: Moch. Shofwan, S.Pd.,M.Sc. Bencana lumpur lapindo di Kabupaten Sidoarjo terjadi hampir 16 tahun terhitung pada Tanggal 29 Mei 2006 sampai dengan sekarang. Kecamatan yang terdampak semburan lumpur lapindo yaitu Kecamatan Porong, Tanggulangin, dan Jabon dengan luas 620 Ha. Semburan lumpur lapindo memberikan dampak yang signifikan bagi Pola sebaran permukiman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan pola persebaran permukiman komunal dan parsial pasca bencana lumpur lapindo. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif yang bersifat deskriptif dan teknik analisis buffering, dengan memberikan gambaran secara jelas dan sesuai dengan fakta di lapangan secara detail serta untuk mengetahui zona Sebaran permukiman di kawasan bencana lumpur dan mengetahui titik lokasi tempat dengan perhitungan yang memepertimbangkan luas wilayah dan jarak.Hasil dari penilitian ini adalah Pola permukiman komunal di desa panggreh dan desa kedungsolo berbentuk linear yang artinya mengikuti jalan dengan orientasi menghadap Utara dan Selatan kondisi bangunan sangat bagus atau permanen sehingga dapat menjelaskan bahwa kemampuan ekonomi masyarakat dan karakteristik penghuni cukup baik, kondisi jalan lingkungan sudah berpaving dan beraspal, kondisi drainase di permukiman komunal dan parsial yaitu cukup baik karena dapat menampung air hujan dn tidak pernah mengalami banjir atau genangan saat hujan lebat, kondisi MCK di permukiman komunal dan parsial diidentifikasi melalui ada atau tidaknya MCK seperti jamban , kamar mandi, dan tempat cuci tangan. Selain itu, juga diidentfikasi secara kelayakannya. Kondisi MCK berada didalam rumah dan kategori MCK permanen, sistem jaringan persampahan di permukiman komunal dan parsial sudah terpenuhi dengan adanya tempat pembuangan sampah atau TPS yang sudah di sediakan di setiap rumah warga. Sarana pendidikan sudah lengkap mulai dari jenjang TK, SD SMP dan SMA, kondisi sarana kesehatan dan peribadatan masyarakat sudah cukup baik karena Puskesmas dan Tempat ibadah di wilayah permukiman komunal dapat menampung atau melayani masyarakat yang berada di permukiman komunal dan sekitarnya. Persebaran permukiman komunal korban lumpur Lapindo terdapat dua zona yaitu zona 2 dan zona 3 di mana memiliki radius minimal 3 km sampai radius 5 km ke luar pusat semburan lumpur Lapindo diantaranya Desa kedungsolo, kavling beringin, dan desa kesambi, Sedangkan permukiman parsial korban lumpur Lapindo terdapat dua zona yaitu zona 2 dan zona 3 yang memiliki radius minimal 3 km sampai radius 5 km ke arah luar dari pusat semburan lumpur Lapindo diantaranya ada, 4 unit rumah di desa panggreh, 6 unit rumah di desa Kedung Solo, 2 unit rumah di desa kedensari, dan 3 unit rumah di desa kesambi. Kata Kunci : Karakteristik Permukiman, Lumpur Lapindo, Pola Permukiman 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya