Abstract :
Mesin penghitung kerupuk merupakan mesin yang sengaja dirancang secara
khusus untuk mempermudah kegiatan penghitungan kerupuk di UKM Kerupuk Desa
Poter, Kec. Tanah Merah, Kab. Bangkalan. Metode penelitian ini menggunakan
Activity Based Costing sebagai alat untuk menghitung biaya pembuatan mesin
penghitung kerupuk. Hasil penelitian ini yaitu mesin penghitung ini layak untuk
dibuat dan digunakan, karena produktivitas penghitungan kerupuk meningkat dan
harga pembuatan yang relatif murah. Biaya total yang dihasilkan dari penghitungan
dengan metode Activity Based Costing sebesar Rp. 1.458.470, dengan biaya bahan
baku sebesar Rp. 923.000, biaya tenaga kerja langsung Rp. 350.470, biaya listrik Rp.
35.000, dan biaya bahan penolong Rp. 150.000. Dengan total waktu 17,35 jam
dihasilkan mesin penghitung kerupuk yang dapat mengurangi proses penghitungan
kerupuk.
Kata Kunci: Mesin Penghitung Kerupuk, Kelayakan, Activity Based Costing.