Abstract :
Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, mengajar berbicara
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan
menjelaskan implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah
pada Mengajar Berbicara. Peneliti menerapkan Model Pembelajaran
Berbasis Masalah pada pengajaran berbicara melihat bahwa
berbicara menjadi masalah dalam mengajar bahasa Inggris
dikarenakan siswa kurang percaya diri karena bahasa Inggris bukan
bahasa ibu mereka sehingga mereka tidak bersemangat untuk belajar
berbicara. Berbicara diperlukan untuk siswa karena keberhasilan
belajar mereka tergantung pada kemampuan berbicara mereka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti
menggunakan kelas 10 IPS 3 di SMA Dr. Soetomo Surabaya sebagai
subjek penelitian. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan
metode triangulasi (observasi, kuesioner dan wawancara). Data yang
dikumpulkan dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian dari kuesioner menunjukkan 85% siswa setuju
bahwa mengajar berbicara menggunakan Model Pembelajaran
Berbasis Masalah membuat lebih cepat dalam memahami materi
pembelajaran. Dari wawancara menunjukkan sebagian besar siswa
sepakat bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah memudahkan
untuk berbicara bahasa Inggris dan aktif dalam bekerjasama.
Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa contoh kehidupan
nyata dari masalah yang bersifat terbuka dalam model pembelajaran
berbasis masalah membuat siswa lebih baik dalam memahami materi
vii
pembelajaran selain itu juga membuat siswa terampil dalam
memecahkan masalah serta terampil berkomunikasi, presentasi dan
kerjasama tim mereka.