Abstract :
Kata Kunci : Penutur asli, bukan penutur asli, pengembangan
profesi keguruan.
Native speakers (NSs) dan Non-Native Speakers (NNSs) adalah
isu penting dalam bahasa Inggris Language Teaching (ELT) yang
telah memicu perdebatan di antara pendidik bahasa. Masalah ini
terutama tentang dikotomi antara penutur asli dan bukan-penutur asli
di sektor pendidikan. Tesis ini meneliti dikotomi asli dan nonpenutur asli untuk pengembangan profesional guru. Fokus studi ini
adalah peran NS dan NNS dalam dua cakupan TPD (pengembangan
profesi guru) seperti kompetensi linguistik dan kompetensi
pedagogik.
Selain itu, data penelitian ini dikumpulkan dari kajian semiterstruktur dan analisa artefak dari tiga rekan pengajar di salah satu
sekolah tinggi Islam di Gresik. Para guru mengajar dari kelas
kesepuluh dan kesebelas sekolah tinggi Islam. Selanjutnya,
wawancara semi-terstruktur Berdasarkan pendapat guru tentang
dampak dari peran NS dan NNSs. Semua data ditranskripsi dalam
verbatim dan dianalisis dalam analisis tematik.
Temuan penelitian saat ini menunjukkan bahwa para guru tahu peran
dari NS dan NNS dalam hal kompetensi linguistik dan kompetensi
pedagogik untuk pengembangan profesi keguruan. Antara NS dan
NNS bisa memberi inspirasi satu sama lain dalam hal cara
pengajaran, berkolaborasi dan menciptakan recana pembelajaran
bersama, dan menciptakan penilaian menarik serta menyenangkan
bagi siswa.