Abstract :
Kata Kunci : Pendatang akademis, belajar di luar negeri, gegar
budaya, tantangan belajar di luar negeri, benturan budaya, keuntungan
belajar di luar negeri
Telah ada kelangkaan penelitian yang meneliti lintas-kasus
dari pendatang akademik di negara-negara berbahasa Inggris. Dalam
hal ini, studi banding diperlukan untuk memberikan data penelitian
yang lebih mendalam. Selain itu, studi ini bertujuan untuk
mengeksplorasi bagaimana pengalaman para pendatang akademik
Indonesia mengejar gelar master dalam Pengajaran Bahasa Inggris ke
Penutur Bahasa Lain (TESOL) di universitas-universitas Inggris dan
Australia . Ada dua pertanyaan penelitian yang diajukan dalam
penelitian ini, apa pengalaman para pendatang akademis Indonesia di
Inggris? dan apa pengalaman para pendatang akademis Indonesia di
Australia?
Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti
mewawancarai enam pendatang akademik Indonesia yang telah
menyelesaikan program master TESOL mereka di universitas Inggris
dan Australia. Data yang diperoleh dari wawancara kemudian
ditranskripsi dalam kata demi kata dan dianalisis menggunakan
analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan
menulis dan membaca adalah tantangan utama yang dihadapi oleh
mahasiswa asing yang belajar di kedua negara. Hasilnya juga
menunjukkan bahwa pengalaman menulis dan membaca mereka
selama kursus sarjana tidak banyak berkontribusi terhadap tantangan
yang mereka hadapi. Hal ini terutama disebabkan oleh perbedaan
pedagogis antara universitas asal peserta dan universitas tuan rumah.
Namun, sebagian besar pendatang akademik Indonesia memiliki
strategi sendiri untuk menghadapi tantangan yang mereka hadapi
selama studi.