Abstract :
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang kaya akan budayanya, khususnya dalam hal budaya tradisi di masyarakat daerah. Kita sebagai generasi penerus bangsa punya kewajiban untuk selalu menjaga dan melestarikannya agar keberadaan budaya tersebut terus terjaga ke eksistensiannya. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang desain simbol yang terkandung pada aksesoris Sape Sono? dengan melakukan Kajian pustaka serta kegiatan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi untuk mendapatkan data yang sebenar-benarnya tentang desain simbol dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sape Sono? merupakan budaya tradisi masyarakat Madura. Sape Sono? merupakan bentuk kesenian yang menonjolkan keindahan sapi. Sapi-sapi yang diaktualisasikan bukan sapi jantan (seperti pada Kerapan Sapi) tetapi justru sapi-sapi betina yang dihiasi dengan berbagai macam aksesoris di tubuhnya. Aksesoris tersebut terdiri dari Pangonong, Odheng, Topraet, Sabbu?/Ambhen, Sellop, dan Tongar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah makna dan bentuk desain pada setiap aksesoris yang dipakai pada Sape Sono?. Bentuk aksesoris ditampilkan dalam penggunaan ragam hias dan warna yang mendukung keindahan pada bentuknya.
Kata Kunci : Desain, Simbol, Aksesoris, Sape Sono?, Ragam Hias