DETAIL DOCUMENT
PENGARUH PERBEDAAN UKURAN RUANG GAS TERHADAP UJI TEKANAN GAS DAN UJI LAMA NYALA API PADA PRODUKSI BIOGAS DARI JERAMI DENGAN BIOAKTIVATOR TINJA SAPI
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
EKA DEBBY NUR SONIA, 173800016
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2022-08-16 02:58:05 
Abstract :
Eka Debby Nur Sonia, 2021, Pemanfaatan jerami Menjadi Biogas dan Pupuk Organik dengan Bioaktivator Tinja Sapi, Tugas Akhir, Program Studi Teknik Linkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dosen Pembimbing : Drs. Pungut, S.T., MT. Jerami padi merupakan limbah pertanian yang sangat besar jumlahnya di Indonesia dengan ketersedian yang mencapai sebesar 55 juta ton setahun. Dari ketersediaan jerami padi tersebut, pemanfaatan limbah jerami baru sekitar 31-32% digunakan sebagai pakan ternak, sebesar 36-38% digunakan sebagai pupuk, serta 7-8% digunakan sebagai bahan baku pada industri pulp dan kertas, sehingga diestimasikan sebesar 22-25% jerami padi masih belum bisa dimanfaatkan dengan optimal. Selain itu, jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembuatan biogas yang dicampurkan kedalam kotoran ternak, karena jerami padi mengandung rasio C/N yang tinggi. Teknologi pembuatan biogas dari limbah pertanian sudah cukup banyak dilakukan. Salah satu limbah pertanian yang sangat berpotensi dijadikan bahan pembuatan biogas adalah jerami padi. Namun demikian perlu dikaji pembuatan biogas jerami padi dari aspek digesternya, yaitu perbandingan antara ruang adonan biogas dan ruang gas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan gas optimum dihasilkan dari variasi ruang gas sebesar ? bagian digester, menghasilkan tekanan gas optimum sebesar 7.4 cm dengan uji lama nyala api selama 6 detik. Ini paling optimum dibandingkan ruang gas pada digester memiliki prosentase yang lebih besar. Kualitas pupuk organik yang dihasilkan dari sisa pengolahan biogas jerami sudah memenuhi standar mutu sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Persyaratan Teknik Minimal Pupuk Organik dengan kadar nilai sebesar 39.26%, 45.23%, dan 41.26% C-Organik, 2.10%, 3.85%, dan 4.01% Nitrogen, 3.23%, 3.18%, dan 3.37% Phospor, serta 2.90%, 2.77%, dan 3.08% Kalium. Kata Kunci: Biogas, Jerami, Tinja Sapi, Kualitas Pupuk. 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya