DETAIL DOCUMENT
PENGARUH JENIS MAKANAN DAN FREKUENSI FEEDING TERHADAP REDUKSI SAMPAH KOTA MENGGUNAKAN LARVA BLACK SODIER FLY (HERMETIA ILLUCENS)
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
DIKO ING NOTO JOYO WICARA, 173800039
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2022-08-16 03:03:02 
Abstract :
Diko Ing Noto Joyo Wicara, 2021, Pengaruh Jenis Makanan Dan Frekuensi Feeding Terhadap Reduksi Sampah Kota Menggunakan Larva Black Sodier Fly (Hermetia Illucens), Tugas Akhir, Program Studi: Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dosen Pembimbing: Dr. Rhenny Ratnawati, S.T, M.T. Dalam konteks Ekonomi Sirkular, penggunaan Black Soldiers Fly (BSF) untuk pengolahan limbah hayati dapat menjadi pilihan yang signifikan baik untuk mengelola sampah organik maupun menyediakan sumber daya dalam hal material dan energi. Memang, dalam tahap larva BSF mampu memetabolisme dan menstabilkan sejumlah besar limbah yang dapat membusuk, mengubahnya menjadi biomassa berharga yang kaya akan protein dan lemak, cocok untuk digunakan masing-masing untuk pakan ternak dan produksi biofuel. Penelitian ini menggunakan larva Black Soldier Flies (BSF) atau Hermetia illucens (Diptera: Stratiomyidae) sebagai reduksi sampah domestic dengan bahan baku sampah sayur (selada), sampah buah (tomat), dan sampah sisa makanan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kemampuan larva BSF dalam mendekomposisi sampah organik biodegradable. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengkaji kemampuan larva BSF dalam mendekomposisi sampah organik biodegradable, 2) Mengkaji pengaruh jenis makanan terhadap karakteristik rasio C/N, kadar air, dan nilai pH dari residu dekomposisi sampah organik biodegradable yang dilakukan oleh larva BSF, dan 3) Mengkaji pengaruh frekuensi feeding terhadap karakteristik rasio C/N, kadar air, dan nilai pH dari residu dekomposisi sampah organik biodegradable yang dilakukan oleh larva BSF. Penelitian dilakukan dengan menggunakan larva BSF berumur 7 hari. Sebanyak 200 larva ditempatkan dalam kandang plastik dengan volume 1 L untuk setiap perlakuan feeding. Variabel penelitian meliputi variasi jenis makanan dan frekuensi feeding. Jenis makanan yang diberikan adalah sampah sisa makanan, sampah tomat, dan sampah selada. Porsi makanan yang diberikan yaitu rata-rata 20 mg (berat kering)/larva.hari. Frekuensi feeding yang digunakan adalah sekali dalam sehari dan sekali dalam tiga hari. Berat 10% larva diukur setiap tiga hari sekali. Pada penelitian dilakukan penimbangan berat larva dekomposisi setiap reactor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feeding satu kali sehari dan feeding tiga kali sehari sampel tomat diumur larva 19 hari mengalami berat yang lebih besar, dimana feeding satu kali sehari didapatkan 43 gram, sedangkan feeding tiga kali sehari mendapatkan 39 gram. Dihari 25 umur larva mengalami penurunan feeding satu kali sehari yang didapat 35 gram, sedangkan feeding tiga kali sehari didapat 32 gram. Berat larva mengalami peningkat diumur larva 22 hari frekuensi feeding 57 gram dengan feeding satu kali sehari, dan 50 gram untuk feeding tiga kali sehari. Sampel sisa makanan diumur larva 25 hari mengalamai penurunan didapat 50 gram untuk Feeding satu kali sehari. Untuk Feeding satu kali tiga hari didapat 46 gram. Dapat dilihat tabel 4.7 Berat larvas ampel smpah sisa makanan. Sampel selada diumur 22 hari puncak tertinggi frekuensi feeding satu kali hari berat yang tertinggi yaitu 31 gram, dan frekuensi feeding tiga kali sehari didapatkan 25 gram. Sampel di hari 25 mengalami penurunan yaitu 26 gram Feeding satu kali sehari dan juga Feeding satu kali tiga hari dengan 22 gram. Kata kunci: black soldier fly, larva, reduksi, sampah organik biodegradable 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya