Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
Elsa Putri Adyatna, 173800008
Subject
GE Environmental Sciences
Datestamp
2022-08-16 08:17:41
Abstract :
Limbah cair industri tahu mengandung protein tinggi apabila masuk ke badan air
maka bahan-bahan organik akan mengalami proses peruraian oleh jasad renik dan
akan mencemari lingkungan. Koagulan alami dapat dijadikan alternatif untuk
mengatasi kekurangan dari penggunaan koagulan anorganik. Biji asam jawa
(Tamarindus Indica L.) berpotensi dijadikan sebagai koagulan alami karena
kandungan tanin dan protein. Kandungan tanin pada kulit biji asam jawa merupakan
zat aktif yang menyebabkan proses koagulasi, sedangkan kandungan protein pada
daging biji asam jawa berperan sebagai polielektrolit alami yang memiliki fungsi
mirip dengan koagulan sintetik. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan
efektivitas kulit biji asam jawa dengan daging biji asam jawa sebagai biokoagulan.
Biokoagulan kulit biji asam jawa pada dosis 500 mg/L dan 1.000 mg/L mampu
menyisihkan TSS dengan efisiensi 98%, pada dosis optimum 500 mg/L
menyisihkan COD dan BOD dengan efisiensi 27,62%, dan 30,46%. Biokoagulan
daging biji asam jawa pada dosis optimum 500 mg/L menyisihkan TSS, COD dan
BOD dengan efisiensi 29%, 11,62% dan 12,47%. Hasil yang didapat bahwa
biokoagulan kulit biji asam jawa lebih efektif untuk menyisihkan beban pencemar
dibandingkan dengan daging biji asam jawa. Biokoagulan kulit biji asam jawa tidak
berpengaruh terhadap nilai pH, efektif untuk menyisihkan TSS namun kurang
efektif untuk menyisihkan kadar COD dan BOD.
Kata Kunci: Biji asam jawa (Tamarindus Indica L.), biokoagulan, daging biji asam
jawa, kulit biji asam jawa, limbah cair tahu.