DETAIL DOCUMENT
UPAYA MENINGKATKAN KECEPATAN PERMAINAN SEPAK BOLA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BENTENGAN DI SMP MAÁRIF 2 MAYONG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
FIBROYIR HIKAMUR RIDLO, 175900118
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2022-10-20 04:07:35 
Abstract :
Ridlo, Fibroyir H. 2021. Upaya meningkatkan kecepatan permainan sepak bola melalui permainan tradisional bentengan di SMP Program studi. Pendidikan jasmani fakultas pedagogi dan psikologi . universitas PGRI Adi buana Surabaya. Pembibing : Dr. Suharti, S.Pd, M.Si, M. Pd., Kata kunci : Permainan tradisional bentengan , kecepatan permainan sepak bola Sepak Bola adalah olahraga permainan terkenal di dunia. Banyak orang mampu bermain bola dan tidak sedikit yang menjadi pemain professional. Perkembangan sepak bola semakin pesat dengan adanya pelatihan mulai dari usia dini yaitu usia di bawah 12 tahun. Sepak bola sering kali dikaitkan dengan olahraga fisik Karena pada dasarnya, sepak bola adalah olahraga yang terdiri dari berlari, menendang, melompat, kerja sama tim, dan berpikir. Pemain Sepak Bola diciptakan berbeda bentuk fisik dengan kemampuan bermain sepak bola yang berbeda-beda. Keanekaragaman inilah yang membuat permainan sepak bola semakin menarik. Perbedaan ukuran tubuh memberikan dampak yang berbeda pada setiap pemain Sepak Bola. Salah satu perbedaan yang terjadi pada siswa SMP MAÁRIF 2 Mayong ke-20 siswa yang terbagi dalam dua kelompok usia yaitu kelompok experimen dan kelompok kontrol memiliki perbedaan yang berdampak pada kemampuan berlari saat bermain Sepak Bola. Melalui penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengukur ukuran.Antropometri panjang tungkai dari ke-20 sampel yang memenuhi kategori siswa terdapat beberapa perbedaan. Ukuran antropometri siswa SMP MAÁRIF 2 Mayong dihubungkan dengan kecepatan lari sprint dan didapat beberapa ukuran antropometri yang memiliki hubungan negatif dan berkorelasi secara signifikan yaitu vi pada berat badan Siswa. Semakin tinggi angka berat badan seorang siswa makan akan semakin banyak menghabiskan waktu menyelesaikan satu lintasan lari atau lebih lambat sedangkan semakin kecil angka berat badan maka akan semakin cepat atau memerlukan waktu singkat untuk menyelesaikan satu lintasan lari sprint. Ukuran tinggi badan, panjang tungkai kanan dan kiri memiliki hubungan tapi tidak berkorelasi secara signifikan terhadap kecepatan lari siswa. 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya