DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Penambahan Tepung Tapioka dan Gliserol Pada Pembuatan Bioplastik Berbahan Baku Limbah Organik
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
Nurmasyta Sylviana Priyono, 173800006
Subject
GE Environmental Sciences 
Datestamp
2022-08-16 08:48:53 
Abstract :
Plastik biodegradable atau bioplastik adalah plastik yang dapat terurai oleh aktivitas mikoorganisme tanpa meninggalkan sisa yang beracun karena sifatnya yang dapat kembali ke alam. Bahan baku limbah kulit pisang atau limbah nasi dengan campuran gliserol dan tepung tapioka dalam pembuatan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi yang optimal dari pembuatan bioplastik berbahan baku limbah kulit pisang atau limbah nasi. Metode yang digunakan dengan proses mencampurkan bahan baku limbah kulit pisang raja : tepung tapioka : gliserol (1:10:7,5). Limbah kulit pisang raja : tepung tapioka : gliserol (1:13:11,25). Limbah nasi : tepung tapioka : gliserol (1:10:7,5). Limbah nasi : tepung tapioka : gliserol (1:13:11,25). Tambahan aquades 30 ml. Dipanaskan hingga mengental selama 20 menit. Di cetak dalam loyang saat masih panas dan di oven suhu 117?C selama 1 jam. Didinginkan pada suhu ruangan selama 24 jam. Kemudian dilakukan uji laboratorium dengan uji tensile strength, elongation at break, water uptake, FTIR dan biodegradasi sesuai SNI 7188.7:2016 kategori bioplastik mudah terurai. Hasil komposisi yang optimal terdapat pada komposisi bahan baku limbah kulit pisang raja yang ditambahkan tepung tapioka dan gliserol sebanyak 13:11,25 dengan nilai uji kuat tarik 10,9 MPa, nilai uji pemanjangan saat putus 29%, nilai uji biodegradasi 58%, dan memiliki kandungan gugus fungsi O-H, C-H, C=O, C=C, C-O dan = C-H pada hasil uji FTIR. Kata Kunci: Bioplastik, Gliserol, Limbah Kulit Pisang Raja, Limbah Nasi, Tepung Tapiok 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya