DETAIL DOCUMENT
PENGARUH PENAMBAHAN KALSIUM KARBONAT (CaCO3) CANGKANG KERANG DARAH SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK DARI LIMBAH TAPIOKA
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
ROCHMAH, NUR CHABIBA AINUN
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-07-01 04:44:13 
Abstract :
Nur Chabiba Ainun Rochmah, 2023, Pengaruh Penambahan Kalsium Karbonat (CaCO3) Cangkang Kerang Darah Sebagai Filler terhadap Karakteristik Bioplastik dari Limbah Tapioka, Tugas Akhir, Program Studi : Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dosen pembimbing : Dra. Sri Widyastuti, S.T., M.Si Plastik biodegradable atau bioplastik adalah plastik yang dapat terurai oleh aktivitas mikroorganisme tanpa meninggalkan sisa yang beracun karena sifatnya yang dapat kembali ke alam. Penelitian ini bertujuan mengkaji komposisi yang optimal pada pembuatan bioplastik dan untuk mengetahui kualitas pembuatan bioplastik dari limbah tapioka dengan penambahan CaCO3 cangkang kerang darah dan gliserol pada uji daya tahan air, uji antibakteri dan morfologi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy). Penelitian ini menggunakan bahan baku limbah tapioka dengan tambahan kitosan, CaCO3 dari cangkang kerang darah (anadara granosa) dan gliserol dalam pembuatan bioplastik, metode yang digunakan berupa eksperimental yang diawali dengan pembuatan kitosan dan CaCO3 dari cangkang kerang darah (anadara granosa) kemudian dilanjutkan pembuatan bioplastik dilakukan dengan limbah tapioka yang dicampuri kitosan cangkang kerang darah komposisi 80%:20% dalam 20 g dengan tambahan CaCO3 dan gliserol divariasikan menjadi empat sampel dengan komposisi : sampel 1 perbandingan 0,1 g : 10 mL, sampel 2 perbandingan 0,1 g : 15 mL, sampel 3 perbandingaan 0,2 g : 10 mL, sampel 4 perbandingan 0,2 g : 15 mL. Sampel dimasukkan kedalam penangas dan diaduk pada suhu 80?C selama 40 menit. Bioplastik di cetak dalam cetakan kaca, dikeringkan pada suhu 60?C selama 3 jam dan didinginkan pada suhu ruangan selama 24 jam. Uji laboratorium dengan uji daya tahan air sesuai baku mutu SNI, uji antibakteri dan morfologi menggunakan SEM. Nilai daya tahan air pada sampel 1 sebesar 56,27%, sampel 2 sebesar 35,36%, sampel 3 sebesar 41,76%, dan sampel 4 sebesar 23,12% hasil uji sampel tersebut belum memenuhi nilai SNI dengan nilai persentase 99%. Uji Antibakteri Bioplastik pada sampel 1, 2, 3, dan 4 memiliki nilai daya hambat bakteri dalam kategori lemah sehingga dapat diketahui bahwa sampel bioplastik menunjukkan tidak terbentuknya zona hambat dan tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Untuk uji morfologi menggunakan SEM diperoleh hasil terbaik, pada sampel 1 dengan variasi perbandingan 0,1 g CaCO3 : 10 mL gliserol. 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya