Abstract :
Abstrak
Penelitian ini mengeksplorasi praktik akuntansi mental rumah tangga petani sebagai tanggapan atas kenaikan harga bahan bakar dan komoditas. Akuntansi mental mengacu pada proses kognitif di mana individu mengkategorikan dan mengevaluasi transaksi keuangan. Studi ini mengacu pada data primer yang diperoleh dari wawancara dengan rumah tangga petani di beberapa daerah pedesaan Indonesia. Hasil menggambarkan bahwa kenaikan harga bahan bakar menghasilkan perubahan dalam cara petani menganggarkan dan mengalokasikan sumber daya mereka. Studi ini berkontribusi pada pemahaman tentang dampak kekuatan ekonomi eksternal pada pengambilan keputusan keuangan rumah tangga dan mengidentifikasi pentingnya memasukkan praktik akuntansi mental ke dalam kerangka kerja analitis.
Kata kunci : Mental Akuntansi, Rumah Tangga, BBM (Bahan Bakar Minyak), Bahan Pokok
Abstract
The research explores farmers' household mental accounting practises in response to rising fuel and commodity prices. Mental accounting refers to the cognitive process by which individuals categorise and evaluate financial transactions. This study refers to primary data obtained from interviews with farmer households in several rural areas of Indonesia. The results illustrate that rising fuel prices result in a change in the way farmers budget and allocate their resources. The study contributes to an understanding of the impact of external economic forces on household financial decision making and identifies the importance of incorporating mental accounting practises into an analytical framework.
Keywords : Mental Accounting, Household, Fuel (Fuel Oil), Basic Materials