Abstract :
Rendahnya budaya literasi yang dilakukan oleh pelajar sekolah
dasar, disebabkan kurangnya pengetahuan siswa tentang pentingnya
gerakan literasi untuk bekalnya di masa depan. Oleh karena itu,
penguatan budaya literasi harus tetap dilaksanakan meskipun dalam
masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
penguatan budaya literasi yang diterapkan oleh pendidik SDN
Tenggilis Mejoyo I Surabaya pada saat pembelajaran masa pandemi.
Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan metode
observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian ini yaitu
kelas V-B dan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber
dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa kelas
V SDN Tenggilis Mejoyo I Surabaya dalam melakukan kegiatan
literasi ini masih tergolong rendah. Tetapi dengan adanya peran
kepala sekolah, guru kelas, pustakawan serta wali murid gerakan
literasi ini dapat berjalan baik. Pada saat pandemi guru memfokuskan
gerakan literasi hanya terkait dengan materi pada mata pelajaran
menggunakan slide PowerPoint. Sedangkan pada mata pelajaran
perpustakaan yang ada tetap diterapkan oleh pustakawan di hari yang
sama saat pembelajaran luring meskipun proses pembelajaran
terbilang tidak kondusif karena hanya dilakukan satu sampai dua kali
dalam 1 bulan.