DETAIL DOCUMENT
PENDEKATAN MODALITAS DALAM PENGGALIAN INFORMASI SAKSI DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
Lestari, Putri
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-08-01 04:53:19 
Abstract :
Kata kunci : modalitas, tuturan saksi, persidangan Persidangan adalah cara untuk menyelesaikan suatu perkara yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri. Dalam proses persidangan dihadiri oleh pihak-pihak yang berhubungan dengan perkara yang disidangkan salah satunya saksi. Dalam tuturan saksi, terdapat sikap pembicara pada saat saksi memberikan keterangan di persidangan melalui kata, frasa, dan klausa yang bisa diteliti. Modalitas merupakan keterangan dalam kalimat yang mengungkapkan sikap pembicara mengenai hal yang dibicarakan, merupakan mengenai tindakan, kondisi, peristiwa, atau sikap kepada lawan bicaranya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan modalitas intensional, modalitas epistemik, modalitas deontik, dan modalitas dinamik pada tuturan saksi di persidangan. Dalam penelitian ini analisis data menggunakan teori modalitas yang dikemukakan oleh Hasan Alwi. Fokus utama penelitian ini adalah modalitas intensional, modalitas epistemik, modalitas deontik dan modalitas dinamik pada tuturan saksi di persidangan. Data yang digunakan untuk keperluan penelitian dikumpulkan dari dokumen lisan berupa tuturan saksi di Pengadilan Negeri Surabaya berupa kata, frasa, dan klausa. Sumber data diperoleh dari persidangan dengan nomor kasus 1772/Pid.Sus/2022/PN Surabaya dan 1833/Pid.B/2022/PN Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi di lapangan, merekam tuturan saksi, dan transkrip rekaman suara. Metode analisis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena menggambarkan tuturan saksi dalam setiap data. Untuk mengidentifikasi tuturan saksi menggunakan pendekatan modalitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan 10 modalitas intensional meliputi kategori keinginan dan permintaan, 10 modalitas epistemik meliputi kategori kemungkinan, keharusan dan kepastian, 5 modalitas deontik kategori izin dan perintah, serta 4 modalitas dinamik meliputi kategori kemampuan pada tuturan saksi di Pengadilan Negeri Surabaya. Simpulan pada penelitian ini pendekatan modalitas dapat digunakan sebagai pendekatan pada kajian Linguistik Forensik terutama pada tuturan di persidangan. ABSTRACT Lestari, Putri. 2023. The Modality Approach in Extracting Witness Information at the Surabaya District Court. Indonesian Language Education Study Program. Faculty of Social Sciences and Humanities. PGRI Adi Buana SurabayaUniversity. Advisor: Dr. Mimas Ardhianti, M.Pd. Keywords: modality, witness utterances, trial. Trial is a way to resolve a case that is carried out in the District Court. The trial process is attended by parties related to the case, one of which is the witness. In the witness's speech, there is the speaker's attitude when the witness testifies in court through words, phrases, and clauses that can be studied. Modality is an information in a sentence that expresses the speaker's attitude about the matter being discussed, which is about actions, conditions, events, or attitudes to the interlocutor. This research aims to describe the intentional modality, epistemic modality, deontic modality, and dynamic modality in the speech of witnesses in court. In this study, the data analysis uses the theory of modality proposed by Hasan Alwi. The main focus of this research is the intentional modality, epistemic modality, deontic modality and dynamic modality in the speech of witnesses in court. The data used for research purposes were collected from oral documents in the form of witness speech in Surabaya District Court in the form of words, phrases, and clauses. The data sources were obtained from the trials with case numbers 1772/Pid.Sus/2022/PN Surabaya and 1833/Pid.B/2022/PN Surabaya. Data collection was carried out by observation in the field, recording witness speech, and transcribing voice recordings. The research analysis method used in this research is descriptive method because it describes witnesses' speech in each data. To identify the witness's speech using modality approach. The result of this research shows that there are 10 intensional modalities including desire and request categories, 10 epistemic modalities including possibility, necessity and certainty categories, 5 deontic modalities including permission and command categories, and 4 dynamic modalities including ability viii categories in witnesses' speech in Surabaya District Court. The conclusion of this study is that the modality approach can be used as an approach to the study of Forensic Linguistics, especially in courtroom speech 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya