DETAIL DOCUMENT
Konflik batin tokoh aura dalam novel melangkah karya jombang santani khairen kajian psikoanalisis sigmund freud
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
Fatimah, Siti
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-08-08 05:12:29 
Abstract :
Kata kunci : Konflik batin, Psikoanalisis, Struktur Kepribadian, Novel Melangkah Karya Jombang Santani Khairen Konflik batin merupakan konflik dalam diri tokoh yang berkaitan erat dengan emosi pribadi. Teori psikoanalisis Sigmund Freud merupakan salah satu teori psikologi yang mengkaji tentang konflik yang terjadi dalam diri seseorang, sejalan dengan kecemasan, ketakutan, keraguan yang dialami tokoh Aura dalam Novel Melangkah. Konflik Batin yang terjadi dalam novel Melangkah karya Jombang Santani Khairen menggunakan Teori Psikoanalisis Sigmund Freud, yaitu Id Ego dan Superego. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan konflik batin yang dialami tokoh Aura dalam novel Melangkah Karya J.S Khairen. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Data dalam penelitian ini adalah data yang berwujud kata, frase, ungkapan, dan kalimat yang terdapat dalam novel Melangkah. Sumber data yang digunakan adalah sumber tertulis, yaitu sebuah karya sastra novel Melangkah, penerbit PT Grasindo Anggota Ikapi, Jakarta, tahun terbit Mei 2022, penulis J.S Khairen. Dalam penelitian ini Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan teknik dokumentasi. Penganalisisan data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi. Hasil penelitian konflik batin yang di alami tokoh utama Aura dalam Novel Melangkah Karya J.S Khairen, yaitu cemas, ketakutan, emosi, marah, rasa bersalah, kecewa,dan kata penyesalan. Hal tersebut disebabkan oleh Id, ego dan superego. Id dilihat dari munculnya rasa bersalah, cemas dan rasa takut yang di alami tokoh utama. Ego dilihat dari emosi, kecewa dan rasa marah. Superego dilihat dari kata penyesalan yang disampaikan tokoh utama ABSTRACT Fatimah, Siti. 2021. The Inner Conflict of the Main Character Aura in the Novel Melangkah by Jombang Santani Khairen (Studies of Psychoanalytic Sigmund Freud). Indonesian Language Education Study Program, Faculty of Social Sciences and Humanities, PGRI Adi Buana University Surabaya. Supervisor: Pana Pramulia, S.Pd., M.Pd. Keywords: Inner Conflict, Psychoanalysis, Personality Structure, Jombang Santani Khairen's Melangkah Novel Inner conflict is a conflict within a character that is closely related to personal emotions. Sigmund Freud's psychoanalysis theory is one of the psychological theories that examines conflicts that occur in a person, in line with the anxiety, fear, doubt experienced by the character Aura in the Novel Melangkah. The inner conflict that occurs in the novel Melangkah by Jombang Santani Khairen uses Sigmund Freud's Psychoanalysis Theory, namely Id Ego and Superego. This study aims to describe the inner conflict experienced by the character Aura in the novel Melangkah by J.S Khairen. The approach used in this study uses a literary psychology approach. The data in this study is data in the form of words, phrases, expressions, and sentences contained in the novel Melangkah. The source of the data used is a written source, namely a literary work novel Melangkah, publisher of PT Grasindo Member Ikapi, Jakarta, published in May 2022, author J.S Khairen. In this study, the data collection technique used was using documentation techniques. Data analysis in this study used qualitative descriptive methods. The validity of the data used in this study is triangulation. The results of the research on the inner conflicts experienced by the main character Aura in J.S Khairen's Novel Melangkah, namely anxiety, fear, emotion, anger, guilt, disappointment, and the word regret. It is caused by the Id, ego and superego. Id is seen from the emergence of guilt, anxiety and fear experienced by the main character. Ego is seen from emotions, disappointment and anger. The superego is seen from the word regret conveyed by the main character 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya