DETAIL DOCUMENT
FENOMENA TATO DALAM KONTEKS BUDAYA POP DIKALANGAN REMAJA PADA KOMUNITAS ROMO GROUP DIKAWASAN BANGSALSARI JEMBER
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Author
SHOLIHIN, MUHAMMAD
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-07-16 08:40:33 
Abstract :
ABSTRAK Sholihin, Muhammad. 2023. Fenomena Tato Dalam Konteks Budaya Pop Dikalangan Remaja Pada Komunitas Romo Group Dikawasan Bangsalsari Jember. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Ilmu Sosial Dan Humaniora , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Pembimbing : Drs. Hariadie, M.Pd Kata Kunci : Tato, Makna Tato, Budaya POP Dalam penelitian ini tertuju dikomunitas romo group yang berada di Kawasan Bangsalsari, Jember untuk mengetahui konteks terhadap tato dan fenomena tato yang ada di komunitas romo group bangsalsari, jember. Skripsi ini megguakan teori interaksi simbolik, untuk kengetahui fenomena tato dan apa yang melatar belakanginya. Dalam komunitas ini dapat memunculkan interaksi masyarakat dan dapat menjadikan suatu hal yang menarik bagi pengguna tato di luar. Terjadinya suatu fenomena yang dapat membuat pemuda pada komunitas ini lebih berinisiatif dalam hal tato Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif dimana prosedur penelitian ini pengolahan data serta penafsirannya berupa hasil observasi peneliti. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan beberapa cara yaitu teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam pendekatan kualitatif analisis data yang digunakan terdapat dua fase utama yaitu fase deskriptif yang dimulai menyusun narasi transkrip secara teratur mengenai narasi untuk mengidentifikasi berupa tahapan wawancara dari awal, tengah dan akhir. Kemudian fase interpretative untuk menghubungkan narasi dengan teori yang sedang dikaji sebagai hasil interpretasi data penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa tato sebagai budaya pop dimaknai cukup beragam, ada yang memaknai realities dan cinta yang menggambarkan karakteristik diri sendiri. Intinya tato yang ada pada tubuh informan sebagai fashion dan ingin menunjukan pada masyarakat bahwa tato merupakan seni untuk mereka merasa puas dan bisa mengeskpresikan dirinya melalui tato. Hal yang melatar belakangi para remaja untuk bertato adalah menjadikan ciri khas terhadap diri sendiri dan menjadikan hal baru untuk merubah fashion walaupun menurut beberapa informan merasa adanya pandangan buruk masyarakat terhadap tato yang saat ini sebagai di jadikan suatu simbol yang mengjadikan perilaku menyimpang, akan tetapi tato bukan menunjukan sesuatu perilaku yang buruk. Namun mereka merasa senang dan bangga akan tato yang dapat mengapresiasikan diri yang dimana tato sebagai pelajaran terbaik untuk belajar memahami dan mengenal indahnya seni kehidupan dengan bertato. Sebab tato di masa dulu mencerminkan tindakan kriminal tetapi di masa sekarang bisa di jadikan hal yang positif (seni dan keindahan) itupun kembali ke persepsi orang-orang yang menilai terhadap orang yang bertato. Kesimpulanya, bahwasanya tato dijaman sekarang tidak hanya terpaku pada stigma buruk atau perilaku menyimpang, tetapi tato merupakan media sebagai apresiasi diri sebagai ungkapan diri individu akan kesenian dan fashion sekarang. Faktor yang melatar belakangi ketertarikan remaja saat ini terhadap tato sebagai ajang fashion yang medianya berupa diri sendiri. Yang dapat menunjukan katifitasnya dengan menggunakan tato, dimana mereka dapat memahami seni bertato sekaligus menepis pandangan masyarakat bahwa penggunaan tato itu tidak selalu mencerminkan tindakan kriminal. 
Institution Info

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya