Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa kemampuan anak mengenal bentuk geometri di kelas Tk.A belum berkembang dengan baik.Anak masih mengalami hambatan dalam bermain meronce bentuk geometri serta kurang memahami dalam segi pengelompokan bentuk. Proses pembelajaran di Tk yang selama ini kurang menarik dan di dominasi oleh guru saja terkadang membuat anak menjadi bosan. Permasalahan ini mengakibatkan kurangnya pemahaman anak terhadap materi yang diberikan oleh guru, dan apa yang diajarkan tidak memberikan kesan pada daya ingat anak. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pengaruh media permainan meronce terhadap kemampuan anak mengenal bentuk geometri pada anak usia 4-5 tahun di Tk. Bina at Taqwa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi awal anak kelompok A sebelum dan sesudah diberikannya pendekatan pembelajaran melalui kegiatan meronce, mengetahui proses perkembangan kemampuan kognitif anak melalui kegiatan meronce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif pre eksperimental dengan ?the one group pre test- post test design? sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 anak pada kelompok A Tk. Bina at Taqwa kedungturi taman sidoarjo yang terdiri dari siswa laki-laki 9 anak dan siswa perempuan 11 anak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah metode observasi dan dokumentasi. vii Hasil dari nilai t hitung Diketahui N = 20. N-1 = 19. Dengan demikian dapat diketahui nilai derajat kebebasan (df)nya adalah 19. Dari tabel indeks distribusi nilai t dengan (df) = 19 adalah 1.72913 untuk taraf signifikansi 0,05, dan 2.53948 untuk taraf signifikansi 0,01. Nilai-nilai itu lebih kecil dari nilai t hitung. Sesuai dengan kriteria penerimaan atau penolakan Hipotesis Nol (H0), karena nilai t tabel lebih kecil daripada nilai t hitung maka Hipotesis Nol (H0) ditolak, sehingga Hipotesis Kerja (H1) diterima. Artinya media permainan meronce berpengaruh pada kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri .