DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KESIAPAN PEMEKARAN WILAYAH KABUPATEN BREBES (Studi Kasus : SWP Brebes Selatan)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Sultan Agung
Author
ARDINI, SHABRINA AYU
Subject
TD Environmental technology. Sanitary engineering 
Datestamp
2018-02-13 03:50:18 
Abstract :
Kabupaten Brebes yang merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah, setelah Kabupaten Cilacap. Memiliki bentang alam perbukitan dan pantai, serta dua kebudayaan, yaitu Jawa dan Sunda. Dikelilingi oleh perkotaan besar seperti Cirebon, Tegal, dan Purwokerto. Hal tersebut memperkuat munculnya isu pemekaran wilayah di Kabupaten Brebes, tepatnya wilayah Brebes Selatan. Faktor pelayanan publik juga memperkuat alasan pemekaran, karena jarak wilayah Brebes Selatan menuju pusat pelayanan kabupaten sejauh ±55 Km. Pemekaran wilayah yang terjadi di Kabupaten Brebes berdasarkan PP 78 Tahun 2007 adalah pembentukan, karena tujuan yang ingin dicapai adalah pemberian status baru pada wilayah Brebes Selatan sebagai kabupaten. Penelitian terakhir terkait kelayakan pemekaran wilayah Kabupaten Brebes hanya menganalisis syarat teknis dan fisik wilayah, sedangkan dalam PP Nomor 78 Tahun 2007 juga terdapat syarat pemekaran wilayah berupa administratif yang berasal dari aspirasi masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kesiapan pemekaran wilayah di Kabupaten Brebes. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan identifikasi wilayah dan kependudukan, serta kesiapan rencana pemekaran wilayah Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif rasionalistik, dengan 4 variabel sebagai pengukur persepsi masyarakat, yaitu perhatian, pengalaman, pola pikir, dan harapan. Kesimpulan penelitian persepsi masyarakat terhadap faktor perhatian sangat baik, karena masyarakat Brebes Selatan telah mengetahui adanya rencana pemekaran wilayah. Faktor pengalaman masih kurang baik, karena masyarakat belum mengetahui secara rinci proses pemekaran wilayah akibat minimnya sosialisasi. Faktor pola pikir sangat baik, karena masyarakat beranggapan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) dapat meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan. Faktor kebutuhan sangat baik, berharap Pemda dapat melanjutkan rencana pemekaran wilayah sehingga tidak lagi menjadi isu yang timbul tenggelam. Kata Kunci : Pemekaran Wilayah, Persepsi, Masyarakat 
Institution Info

Universitas Islam Sultan Agung