Institusion
Universitas Islam Sultan Agung
Author
Shobrina, Omi
Subject
BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Datestamp
2017-12-13 02:40:05
Abstract :
Semua peradaban di dunia pasti mengalami masa kebangkitan dan keruntuhan, tak terkecuali peradaban Islam yang ada di Turki Utsmani. Kekhilafahan Turki Utsmani dikenal sebagai salah satu khilafah terbesar sepanjang masa. Hal ini dikarenakan daerah kekuasaannya yang sangat luas terbentang dari belahan timur hingga belahan barat dunia dengan lama kekuasaan kurang lebih 6 abad. Bangkitnya sebuah peradaban biasanya terjadi karena timbulnya konflik, baik secara intern antarkelompok dalam masyarakat ataupun konflik eksternal yaitu datangnya dari dunia luar. Ketika memasuki pertengahan abad ke-16 M kekhilafahan Turki Utsmani mulai memasuki fase kemunduran. Kekhilafahan Turki Utsmani saat itu menghadapi kondisi yang begitu rumit. Ia menghadapi serangan-serangan yang sistematis dan terorganisir di saat kondisi internal menghadapi berbagai persoalan yang membelit. Dari luar ia diserang oleh konspirasi negara-negara Barat untuk kepentingan kolonialisme dan imperialisme di wilayah-wilayah yang dikuasainya, sedangkan dari dalam ia menghadapi konspirasi pembubaran kekhalifahan dari organisasi yang menamakan dirinya Young Turk Movement (Gerakan Turki Muda) dan Union and Progress Comitee. Selain itu, kekhilafahan Turki Utsmani juga digerogoti kelemahan yang disebabkan oleh kesombongan (pride), kemewahan (luxury) dan kerakusan (greed). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori-teori tentang runtuhnya kekhilafahan Turki Utsmani. Dari penelitian ini dikemukakan beberapa teori tentang runtuhnya Turki Utsmani, yaitu teori disintegritas sosial, teori hedonisme, teori modernisme dan teori conspiratorial politics.
Kata Kunci: Peradaban, bangkit dan runtuh, Turki Utsmani, teori