Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan analisis menggunakan teori tagmemik. Teori tagmemik merupakan teori ekletik yang merupakan rangkuman dari beberapa teori yang ada. Tagmemik menjadi teori yang lengkap jika dibandingkan dengan teori struktural lainnya. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Analisis dilakukan pada rubrik editorial Media Indonesia dengan mereduksi kalimat menjadi klausa untuk ditemukan jenis ketransitifan verbanya. Klausa tersebut sebagai data untuk menunjukkan tagmem dengan teknik pemerian tagmemik, yaitu slot, klas, peran, kohesi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis klausa transitif verba polimorfemis paling banyak ditemukan dengan 43 klausa,
sedangkan klausa dwiintransitif verba polimorfemis keterangan memiliki konstruksi paling banyak, yaitu 10 konstruksi dengan memerhatikan perbedaan peran, perbedaan jumlah tagmem, perbedaan urutan, perbedaan bentuk makna yang tajam, dan adanya variasi tagmem tak wajib.
This study aims to show analysis using tagmemic theory. Tagmemic theory is an eclectic theory which is a summary of several existing theories. Tagmemic is the most complete theory when compared to other structural theories. The method used in this research is descriptive qualitative with content analysis techniques. The analysis was carried out on the editorial rubric of Media Indonesia by reducing sentences into clauses to find the type of transitivity of the verb. The clause is used as data to show tagmem with tagmemic description techniques, namely slot, class, role, cohesion. The results of this study indicate that the
transitive clauses of polymorphemic verbs were mostly found with 43 clauses, while the biintransitive clauses of polymorphemic verbs had the most constructs, namely 10 constructs taking into account differences in roles, differences in the number of tagmems, differences in order, sharp differences in the form of meaning, and there is an optional tagmem variation.