Abstract :
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang melibatkan variabel bebas yaitu
latihan variasi dan latihan konvensional dan variabel atribut atau moderator yaitu motivasi
latihan, sedangkan variabel terikatnya adalah peningkatan kelincahan pada atlet club Futsal
Kemenpora scoccer cummunity DKI Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh dari latihan variasi dan latihan konvensional serta motivasi terhadap
peningkatan kelincahan. Penelitian ini dilakukan pada atlet club futsal Kemenpora Scoccer
Cummuity DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan treatment by level 2 x 2. Sampel terdiri
dari 28 atlet. Teknik analisis data adalah analisis varians dua jalur (ANAVA) dan selanjutnya
dilanjutkan dengan uji Tuckey pada tingkat signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa (1). Nilai peningkatan kelincahan pada perlakuan latihan variasi (A1)
lebih tinggi dari nilai latihan konvensional(A2) pada atlet club futsal Kemenpora Scoccer
Cummuity DKI Jakarta (2). Terdapat pengaruh interaksi antara latihan variasi (A) dan motivasi
latihan (B) Terhadap peningkatan kelincahan atlet club futsal Kemenpora Scoccer Cummuity
DKI Jakarta. (3). Nilai peningkatan kelincahan pada perlakuan latihan variasi motivasi latihan
tinggi (A1B1) lebih tinggi dari nilai latihan konvensional motivasi latihan tinggi (A2B1) pada
atlet club futsal Kemenpora Scoccer Cummuity DKI Jakarta. (4). Nilai peningkatan kelincahan
pada latihan variasi motivasi latihan rendah (A1B2) lebih rendah dari nilai latihan konvensional
motivasi latihan rendah (A2B2) pada atlet club futsal Kemenpora Scoccer Cummuity DKI
Jakarta.
Kata kunci : Latihan variasi dan latihan konvensional, motivasi latihan, kelincahan.
This study used an experimental method involving independent variables, namely
variation training and conventional training and attribute or moderator variables, namely
training motivation, while the dependent variable was the increased agility of the athletes of
the Kemenpora Soccer club soccer club DKI Jakarta. The purpose of this study was to
determine the effect of variation training and conventional training as well as motivation on
increasing agility. This research was conducted on athletes of the futsal club Kemenpora
Scoccer Cummuity DKI Jakarta. This study used treatment by level 2 x 2. The sample consisted
of 28 athletes. The data analysis technique was a two-way analysis of variance (ANOVA) and
then continued with the Tuckey test at a significance level of ? = 0.05. The results of this study
indicate that (1). The value of increasing agility in the variation training treatment (A1) was
higher than the value of conventional training (A2) in the futsal club athletes of the Kemenpora
Scoccer Cummuity DKI Jakarta (2). There is an influence of the interaction between variation
training (A) and training motivation (B) on the increasing agility of the athletes in the futsal
club, Kemenpora Scoccer Cummuity, DKI Jakarta. (3). The value of increasing agility in the
training treatment with variations in high training motivation (A1B1) was higher than the value
of conventional training with high training motivation (A2B1) in the athletes of the futsal club,
Kemenpora Scoccer Cummuity, DKI Jakarta. (4). The value of increasing agility in training
variations of low training motivation (A1B2) is lower than the value of conventional training
with low training motivation (A2B2) in the athletes of the futsal club Kemenpora Scoccer
Cummuity DKI Jakarta.
Keywords: Variation and conventional training, training motivation, agility