Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap berbahasa
Indonesia para tenaga kerja asing yang bekerja khususnya di wilayah Jakarta
Pusat. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah banyaknya tenaga kerja
asing yang bekerja di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta Pusat. Tenaga kerja
asing yang bekerja di Jakarta Pusat seharusnya berkomunikasi dengan bahasa
Indonesia, tetapi para tenaga kerja asing pun tidak akan begitu saja meninggalkan
bahasa aslinya. Para tenaga kerja asing itu tentu akan merasa bingung dengan
penggunaan bahasa dalam berkomunikasi. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah
teori sikap yang diperkenalkan oleh Krech et al., Secord & Backman, dan Rokech.
Pada penelitian ini juga menggunakan teori Garvin & Mathiot. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kusioner sikap berbahasa. Hasil penelitian
ini adalah dari total sampel sebanyak 74 orang tenaga kerja asing di wilayah
Jakarta Pusat yang kemudian diwakili oleh 30 orang responden, diketahui bahwa
73,3% tenaga kerja asing di wilayah Jakarta Pusat bersifat positif terhadap bahasa
Indonesia, sedangkan 26,7% tenaga kerja asing di wilayah Jakarta Pusat bersifat
negatif terhadap bahasa Indonesia. Para tenaga kerja asing di wilayah Jakarta
Pusat mempunyai pemikiran, perasaan, dan kecenderungan bertindak yang positif
atau baik terhadap bahasa Indonesia, serta memiliki rasa bangga, rasa setia, dan
kesadaran akan norma berbahasa yang positif. Tetapi para tenaga kerja asing juga
akan tetap mempertahankan kemampuan berbahasa asal yang dimiliki, dan tetap
bangga kepada bahasa asal yang dimiliki oleh masing-masing tenaga kerja asing