Abstract :
TujuandilakukannyapenelitianiniadalahuntukmendeskripsikandanmenganalisisPeranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengembangkan Empati Siswa.serta untuk mengetahui tingkat empati siswa dan upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan empati siswa.Teoriyang digunakan yaitu teoriEmpati Daniel Goleman dan Elizabeth B Hurlock, sedangkan konsep PAI dan guru PAI diambil dari beberapa pakar lainnya seperti Syaiful Bahri Djamarah dan Zakiah Drajat.Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan pengumpulan data dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi dokumentasi serta angket.Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkan: Pertama,peranan guru PAI dalam mengembangkan empati siswa sangat penting, peranannya tersebut dalam bentuk bimbingan, pembinaan dan pengajaran kepada siswa,baik dengan metode pembelajaran di kelas, interaksi guru dengan siswa serta pengimplikasian pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam kehidupan sehari-haridanKedua,tingkat empati siswa di SMAN 26 Jakarta Bagusberdasarkan observasi peneliti dan dari beberapa argumen dari informan serta hasil penyebaran angket oleh peneliti. Ketiga,upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan empati siswa yaitu dengan caramenyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa,melakukan pembiasaan diri siswa serta koordinasi dengan Wali Kelas, guru Bimbingan Konseling dan Orang tua siswa.Faktor-faktor pengembangan empati dalam diri siswa selainguru PAI di sekolah adalah, kelurga, teman dekat siswa, lingkungan sekolah maupun tempat tinggal, media sosial serta acara-acara film di Televisi yang berpengaruh juga terhadap pengembangan empati siswa